Berita Misi Anak, 25 April 2026. 

Friday dari Tanzania.



Friday Tidak Suka Hari Sabtu

TIPS CERITA:
*Tunjukkan peta benua Afrika dan negara Tanzania. Lalu tunjukkan Pulau Zanzibar, lokasi Klinik Advent di Zanzibar yang akan menerima bagian dari persembahan triwulan ini.
*Ajak anak-anak di kelas Sekolah Sabat Anda untuk menjadi sahabat Allah. Diskusikan bagaimana mereka bisa taat dan setia seperti Abraham.
*Unduh foto-foto untuk cerita ini dari Facebook: https://bit.ly/fb-mq.
*Ajak anak-anak meneladani Friday dengan mengundang teman-teman mereka ke kelas Sekolah Sabat.
*Ketahuilah bahwa Friday belajar tentang Abraham dari Alive in Jesus, kurikulum Sekolah Sabat yang dikembangkan oleh General Conference untuk anak-anak dari bayi hingga remaja. Pelajari lebih lanjut di: https://aliveinjesus.info.


CERITA:
Friday tidak menyukai hari Sabtu. Friday adalah nama seorang anak laki-laki anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Tanzania.

Meskipun ia seorang Advent, ia menyukai banyak hal yang seharusnya tidak disukai oleh anak-anak Advent. Ia suka berkata-kata kasar. Ia suka berteman dengan anak-anak nakal. Ia suka melanggar Sabat dengan melakukan hal-hal yang tidak pantas pada hari kudus Allah.

Padahal, ada satu hal yang seharusnya ia sukai-yaitu hari Sabtu. Ayah dan ibu sudah mengajarkannya sejak bayi bahwa hari Sabtu adalah hari ketujuh, hari Sabat Tuhan. Itu adalah hari istimewa yang Allah tetapkan untuk mengingat bahwa Ia menciptakan langit, bumi, dan segala isinya, termasuk Friday, hanya dalam enam hari.

Tetapi, Friday justru merasa sedih ketika matahari terbenam dan Sabat dimulai. Ia benar-benar tidak suka hari Sabtu.

Suatu Sabat, guru Sekolah Sabat berkata kepada Friday dan anak-anak lain agar tidak langsung pulang setelah ibadah.

"Aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian," katanya.

Friday pun tinggal.

Setelah mereka selesai makan, guru berkata, "Tunggu sebentar. Sebelum kalian pulang, aku ingin mengundang kalian mengikuti program khusus."

Friday pun ikut tinggal-dan ia sangat menyukai kelas khusus Sekolah Sabat itu. Guru memimpin diskusi Alkitab yang menarik, lalu memberikan tugas yang menyenangkan untuk dikerjakan selama sepekan.

Sejak saat itu, Friday mulai menantikan diskusi dan tugas Sekolah Sabat.

Pada suatu hari Sabat, guru membacakan ayat Alkitab: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: 'Sahabat Allah"" (Yakobus 2:23).

Guru bertanya mengapa Abraham disebut sahabat Allah dan menunjukkan ayat-ayat lain untuk dipelajari. Semua anak sepakat bahwa Abraham adalah sahabat Allah karena ia percaya dan taat kepada-Nya.

Friday mengangkat tangan. "Guru, saya rasa saya bukan sahabat Allah," katanya.

"Mengapa kamu berkata begitu?" tanya guru.

"Saya memang datang ke gereja setiap Sabat, tetapi saya tidak taat kepada Allah dan tidak menjaga kekudusan hari Sabat. Saya juga melakukan banyak hal lain yang Allah tidak suka. Jadi, saya sama sekali bukan sahabat Allah."

Guru menatapnya dengan penuh kasih.

"Apakah kamu mau menjadi sahabat Allah?" tanya guru.

"Iya. Saya mau jadi sahabat Allah," jawab Friday.

Guru meyakinkan Friday bahwa ia bisa menjadi sahabat Allah jika ia percaya dan taat seperti Abraham.

Friday sangat bersemangat untuk menjadi sahabat Allah.

Sesampainya di rumah, ia membaca Alkitab dan berdoa. Ia mengakui kepada Allah bahwa ia menyukai banyak hal yang tidak pantas bagi anak-anak Advent. Ia bertobat dan meminta Allah menolongnya untuk taat.

Sabat berikutnya, Friday kembali ke Sekolah Sabat dan berkata, "Sekarang saya adalah sahabat Allah!"

Anak-anak lain sangat gembira terhadap dia. Mereka tersenyum, tertawa, dan mengucapkan selamat kepadanya.

Guru pun merasa senang. Ia berkata kepada anak-anak lain, "Kalian semua juga bisa mengambil keputusan seperti Friday dan menjadi sahabat Allah."

Kini, Friday tidak lagi berkata-kata kotor, dan ia menjaga kekudusan hari Sabat. Ia bahkan mengundang teman-teman lamanya untuk datang ke gereja. Empat anak laki-laki sudah datang, dan satu di antaranya memutuskan ingin menjadi sahabat Allah juga. Ia menyerahkan hatinya kepada Tuhan dan dibaptis.

Hidup Friday telah banyak berubah. Sekarang ia sungguh-sungguh mengasihi hari Sabtu.

Salah satu proyek misi triwulan ini adalah Klinik Advent di Zanzibar, sebuah klinik di negara Friday, Tanzania, di mana banyak anak belum mengenal hari Sabat maupun Tuhan atas hari Sabat. Terima kasih atas persembahan murah hati Anda untuk proyek penting ini.




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp