Berita Misi Anak, 22 Agustus 2026.

Nandor dari Austria.
Tip Cerita:
* Tunjukkan Austria di peta, lalu tunjukkan Braunau, sebuah kota di utara dekat perbatasan Jerman, tempat sekolah Advent Bogenhofen berada.
* Tonton video tentang Nandor di YouTube: bit.ly/Nandor-EUD
* Ajak anak-anak di Sekolah Sabat untuk berdoa dan tidak menyerah, karena Tuhan selalu mendengar dan menjawab doa mereka.
CERITA:
Nandor bersekolah di sekolah negeri di Austria—dan ia tidak menyukainya sama sekali. Anak-anak laki-laki di sana sering berkata kasar, dan setelah pulang sekolah, mereka sering melakukan hal-hal yang tidak baik. Beberapa dari mereka bahkan menakutinya. Mereka benar-benar tidak baik.
Nandor sangat berharap bisa pindah ke sekolah lain.
Suatu hari di gereja, ia mendengar tentang sekolah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Bogenhofen.
"Kami punya sekolah Advent di sini," kata seseorang. "Nandor bisa belajar di sana."
Hati Nandor langsung bersemangat. Ia sangat ingin bersekolah di sana, tetapi rasanya mustahil.
Ia tinggal di kota yang cukup jauh dari Bogenhofen. Perjalanan dengan mobil memakan waktu sekitar 50 menit sekali jalan, dan ayah serta ibunya tidak mungkin bisa mengantar dan menjemput setiap hari.
Namun Nandor benar-benar ingin bersekolah di tempat di mana anak-anak dan guru-gurunya percaya kepada Tuhan.
Jadi ia mulai berdoa dengan sungguh-sungguh setiap hari.
"Tuhan yang baik, bolehkah aku sekolah di sekolah Advent?" pintanya dengan tulus.
Ia berdoa setiap hari selama enam bulan.
Kemudian, suatu hari, ayah dan ibunya mulai berpikir untuk mencoba pindah rumah.
Kalau mereka bisa menemukan rumah yang lebih dekat ke sekolah, tentu Nandor bisa bersekolah di sana.
Namun mencari rumah di sekitar Bogenhofen tidak mudah, karena banyak orang ingin tinggal di dekat sekolah Advent itu.
Jadi Nandor menambahkan satu doa lagi:
"Tuhan, tolong bantu kami menemukan rumah."
Beberapa waktu kemudian, sesuatu yang luar biasa terjadi.
Seorang pria menelepon ibunya Nandor dan berkata bahwa ia tahu ada sebuah rumah yang dijual di dekat sekolah.
Ibunya Nandor memang sebelumnya meninggalkan nomor teleponnya di gereja, berharap seseorang akan menghubunginya jika mendengar kabar tentang rumah yang dijual.
Pria itu melihat iklan rumah tersebut, teringat akan ibu Nandor, lalu segera menelepon.
"Saya menemukan sebuah rumah," katanya. "Mungkin ini rumah yang cocok untuk Anda."
Ibu sangat senang dan langsung pergi melihat rumah itu.
Pemilik rumah adalah seorang nenek tua yang menyambutnya dengan ramah.
"Saya dengar ibu akan menjual rumah ini?" tanya Ibu.
"Oh, iya! Silakan masuk," jawab sang nenek.
Tak lama kemudian, rumah itu menjadi rumah baru keluarga Nandor.
Banyak orang di gereja terkejut mendengar kabar kepindahan mereka.
"Kami tidak mengerti bagaimana kalian bisa mendapatkan rumah itu," kata mereka. "Banyak orang sudah lama menunggu kesempatan tinggal di sini, padahal kalian bukan orang sini."
Tetapi Nandor tahu persis bagaimana itu bisa terjadi.
Ia telah berdoa, dan Tuhan menjawab doanya.
Ketika Nandor mulai bersekolah di Sekolah Advent Bogenhofen, ia segera mendapatkan teman-teman baru.
Sekolah itu sangat berbeda dari sekolah lamanya.
Anak-anak di sana ramah dan sopan, Nandor selalu bersemangat berangkat ke sekolah setiap hari.
Sekarang setiap pagi, ia berdoa dengan penuh syukur,
"Terima kasih, Tuhan!"
Nandor sudah dua tahun bersekolah di sekolah Advent, dan ia sangat bahagia.
"Aku benar-benar bersyukur," katanya. "Aku berdoa, dan Tuhan memberiku rumah serta sekolah!"
Terima kasih atas Persembahan Sabat Ketiga Belas—juga dikenal sebagai Persembahan Proyek Misi Triwulanan—yang membantu lebih banyak anak mengenal Allah yang menjawab doa.
Nandor belajar di Bogenhofen, sekolah Advent di Austria yang pernah menerima sebagian dana persembahan Sabat Ketiga Belas sebelumnya.
Persembahan triwulan ini akan membantu lebih banyak anak di Divisi Inter-Eropa (yang termasuk Austria) belajar tentang kasih dan kuasa Tuhan.
Terima kasih karena sudah merencanakan persembahan yang penuh kasih dan kemurahan hati!