Berita Misi Anak, 19 September 2026. 

David dari Rumania.



Telur Lezat dan Pakaian Baru

Tip Cerita:
- Tunjukkan Rumania di peta, lalu tunjukkan Ploiești, tempat sekolah Advent berada.
- Ketahui bahwa foto dalam buku ini adalah gambar ilustrasi seorang anak laki-laki Rumania seperti David.
- Cara mengucapkan Ploiești: ploy-ESH-tee.
- Tonton video guru Ramona di YouTube: bit.ly/Ramona-EUD




CERITA: Anak-anak berusia tiga tahun sedang bercakap-cakap dengan riang di taman kanak-kanak mereka di Rumania. Akhir pekan mendatang akan menjadi libur besar, dan pikiran kecil mereka dipenuhi bayangan tentang telur cokelat dan pakaian baru.

Bisakah kamu menebak, hari raya apa yang akan mereka rayakan? "Kelinci Paskah akan membawa kami hadiah!" seru seorang anak laki-laki.

"Aku tidak sabar!" kata seorang anak perempuan. Di Rumania, banyak orang tua memberi telur cokelat dan pakaian baru kepada anak-anak mereka saat Paskah.

Telur itu untuk dimakan, dan pakaian baru itu untuk dipakai ke gereja pada hari Minggu Paskah.

Orang tua mengatakan bahwa hadiah-hadiah itu datang dari Kelinci Paskah. Guru Ramona mendengar percakapan anak-anak itu dan merasa ia perlu meluruskan pemahaman mereka.

"Anak-anak," katanya lembut, "sebenarnya, tidak ada Kelinci Paskah." Suasana langsung hening. Anak-anak menatapnya dengan mata terbelalak. "Lalu, kenapa kita merayakan Paskah?" tanya David kecil.

Itu pertanyaan yang bagus, dan guru Ramona tahu jawabannya. Namun, ia ingin David benar-benar mengerti. "Ibu guru akan menelepon ibumu dan mengundang kalian ke gereja pada hari Sabat," katanya. "Di sana kamu akan tahu alasan sebenarnya kita merayakan Paskah."

Beberapa saat kemudian, guru Ramona menelepon ibunya David dan mengundangnya datang ke gereja bersama David. "Datanglah ke gereja," katanya. "Kami sedang menyiapkan sesuatu yang berkaitan dengan Paskah."

Setelah itu, ia juga menghubungi ibu-ibu dari 25 anak lainnya di kelasnya dan mengundang semuanya datang ke gereja.

Ia ingin semua anak dan orang tua mereka tahu arti sebenarnya dari Paskah. Kemudian, ia menelepon pendeta gereja. "Bolehkah saya mengubah pelajaran anak-anak untuk Sabat ini?" tanyanya. "Saya ingin mengajarkan tentang makna sejati Paskah."

Pendeta tidak keberatan sama sekali. Pada pagi Sabat, David datang ke gereja Advent bersama ibunya. Neneknya juga ikut, begitu pula sekitar setengah dari teman sekelasnya di taman kanak-kanak. Guru Ramona sangat senang. Ia tahu ini akan menjadi Sabat yang indah.

David membawa hadiah kecil untuk gurunya. Bukan telur cokelat, bukan pula pakaian baru. Ia membawa lima bunga mawar oranye yang indah.

"Ibu guru, ini untukmu," katanya. Guru Ramona tersenyum lebar. "Terima kasih," katanya dengan gembira. Ia lalu mengajak David dan teman-temannya ke ruangan Sekolah Sabat Anak-anak.

Bagi David, ruangan itu terasa sangat besar, dan ia ragu melepaskan tangan ibunya.

"Tidak apa-apa," kata guru Ramona menenangkan.

"Teman-temanmu dari taman kanak-kanak ada di sini, dan kita akan bermain bersama. Ibumu akan duduk di lantai atas bersama orang dewasa, dan kita bisa memanggilnya kalau kamu membutuhkannya. Semuanya akan baik-baik saja."

David pun merasa tenang dan melepaskan tangan ibunya. Ia menatap sekeliling ruangan dan melihat sebuah kotak pasir kecil. Di dalamnya berdiri tiga salib, sebuah kubur batu, dan beberapa boneka kecil. Beberapa menit kemudian, guru Ramona mulai bercerita tentang kisah nyata Paskah.

"Banyak anak berpikir tentang Kelinci Paskah ketika mendengar kata 'Paskah'," katanya.

"Tetapi Kelinci Paskah itu hanya cerita khayalan. Paskah sebenarnya adalah kisah nyata tentang seseorang yang sungguh ada—Yesus Kristus."

Dengan menggunakan miniatur di kotak pasir itu, ia menceritakan bagaimana Yesus mati di kayu salib pada Jumat sore, kemudian berbaring di dalam kubur pada hari Sabat, dan ia bangkit pada Minggu pagi. "Sekarang," katanya lembut, "Yesus sedang mempersiapkan tempat bagi semua anak yang percaya kepada-Nya. Suatu hari, ia akan datang kembali untuk menjemput kita."

David mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Kemudian, ia naik ke ruang utama gereja bersama ibu dan neneknya untuk mendengarkan khotbah pendeta. Setelah ibadah selesai, ibu memeluk guru Ramona erat-erat. "Saya ingin datang lagi ke sini," katanya.

Dan benar saja—sejak hari itu, ibu dan David rutin datang ke gereja, terutama setiap kali guru Ramona mengajar anak-anak di Sekolah Sabat. David sangat senang datang ke gereja bersama ibunya. Ibunya juga senang datang bersama David. Kini mereka semakin mengenal dan mengasihi Yesus. Mereka tahu bahwa Paskah bukan tentang Kelinci Paskah, telur cokelat, atau pakaian baru—melainkan tentang Yesus yang bangkit dari kubur dan akan segera datang kembali untuk semua anak-anak-Nya.

Anak-anak di seluruh Rumania sedang belajar tentang Yesus di taman kanak-kanak dan sekolah Advent, seperti tempat Guru Ramona mengajar di Kota Ploiești. Sebagian dari Persembahan Sabat Ketiga Belas triwulan ini, juga dikenal sebagai Persembahan Proyek Misi Triwulanan, akan membantu dua sekolah lainnya di Rumania untuk berkembang sehingga lebih banyak anak dapat mengenal Yesus.

Terima kasih atas persembahan Anda yang murah hati!




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp