Berita Misi Anak, 18 Juli 2026.

Tuan Borislav dari Bulgaria.
Tiga orang anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh naik ke dalam mobil dan berangkat menuju Blagoevgrad, sebuah kota di barat daya Bulgaria.
Saat itu masa pemerintahan komunis, dan undang-undang sangat ketat. Pemerintah tidak mengizinkan seorang pendeta Advent mengunjungi kota itu, padahal ada sekelompok kecil orang Roma—lima orang—yang ingin mendengarkan firman Tuhan. Karena itu, Tuan Borislav, seorang Advent berusia 35 tahun yang juga berasal dari suku Roma, mengundang dua temannya untuk menemaninya menempuh perjalanan sejauh 70 kilometer dari kota Kyustendil. Di tengah perjalanan, tiba-tiba mobil itu mengeluarkan suara keras dan hebat. Tuan Borislav segera menghentikan kendaraan, dan mereka semua turun untuk memeriksanya. Ternyata, ada bagian yang patah di dekat roda depan sisi pengemudi. "Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan," kata Tuan Borislav. "Kita harus memperbaiki mobil di sini." Mobil itu miliknya sendiri, dan ia tidak ingin mengambil risiko melanjutkan perjalanan. Namun salah satu temannya memiliki iman yang kuat. "Mari kita teruskan saja," katanya. "Tuhan akan menyertai kita." Tuan Borislav dan temannya yang ragu-ragu masih tampak enggan, tetapi pria yang beriman itu terus menyemangati mereka. Akhirnya, Tuan Borislav menyalakan mesin. Pop! Pop! Pop! Mobil itu kembali mengeluarkan suara keras dan bergetar hebat. Tuan Borislav memperlambat laju mobilnya. Pop! Pop! Pop! Suara getaran itu semakin keras. "Bagaimana kalau kita nyalakan musik supaya tidak mendengar suara itu?" usul salah satu teman yang ragu. "Tidak, mari kita menyanyi supaya tidak mendengarkan," kata teman yang beriman itu. Akhirnya, mereka bertiga memutuskan untuk menyanyikan lagu rohani bersama. Dan saat mereka bernyanyi, terjadi sesuatu yang menakjubkan. Suara "pop-pop-pop" itu berhenti. Getaran yang keras pun berhenti. Mobil itu melaju dengan tenang dan mulus. Mereka terus bernyanyi sepanjang perjalanan hingga tiba di tujuan. Di sana, orang-orang sudah menunggu dengan penuh semangat untuk belajar dari Alkitab. Tuan Borislav sadar bahwa perjalanan itu sangat penting—dan Iblis telah berusaha menghentikan mereka. Mereka tidak meninggalkan kelompok kecil orang Roma itu sampai tengah malam. Saat itu sudah terlalu larut untuk memperbaiki mobil, jadi teman yang beriman tadi berkata, "Mari kita pulang sambil menyanyikan lagu lagi." Sepanjang mereka bernyanyi, mobil itu berjalan sempurna. Tetapi ketika beberapa waktu, mereka mulai lelah dan berhenti bernyanyi. Sesaat kemudian, terdengarlah lagi suara yang ditakuti itu: Pop! Pop! Pop! Mobil itu kembali bergetar dan berguncang hebat. Namun begitu mereka bertiga mulai bernyanyi lagi, suara dan getaran itu langsung hilang. Maka, mereka pun bernyanyi sepanjang perjalanan pulang! Tuan Borislav baru benar-benar menyadari keajaiban besar itu ketika ia membawa mobilnya ke bengkel. Sang montir melihat bagian depan mobilnya dengan wajah heran. "Mobil ini tidak mungkin bisa berjalan sejauh itu," katanya. "Setelah bantalan patah, roda depan seharusnya macet dalam satu atau dua menit saja." Pertemuan antara Tuan Borislav dan kedua temannya dengan kelompok kecil orang Roma itu akhirnya menjadi awal berdirinya Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Blagoevgrad. Hingga kini, gereja itu masih mengadakan pertemuan setiap Sabat dan terus bertumbuh. Tuan Borislav sendiri kemudian menjadi seorang pendeta. Bahkan setelah pensiun, ia tidak pernah lupa pada "roda yang bergetar" itu. Setiap kali mengingatnya, ia teringat pada Yakobus 4:7, yang berbunyi: "Karena itu tundukkanlah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!" Ia berkata, "Pelajaran yang saya dapat adalah: kita harus melawan Iblis, maka ia akan lari dari kita." Sebagian dari Persembahan Sabat ke-13 triwulan pertama tahun 2020 telah membantu pembangunan gedung gereja Sofia, West Seventh-day Adventist Church of Sofia, Bulgaria. Terima kasih atas persembahan Anda yang murah hati!