Berita Misi Anak, 1 Agustus 2026. 

Anna, Ibu, dan Pere dari Spanyol.



Membuat Orang Lain Bahagia

Tip Cerita:
- Tunjukkan Spanyol di peta, lalu tunjukkan Sagunto, kota kecil di dekat Valencia di pesisir timur. Kampus Advent Sagunto menerima sebagian dana Persembahan Sabat ke-13 pada triwulan pertama tahun 2020 untuk memperluas jurusan teologinya.
- Ketahuilah bahwa Leo bukan nama sebenarnya dalam cerita ini.
- Tonton video YouTube tentang Pere, Anna, dan ibu mereka, Sara, di: bit.ly/Anna-EUD
- Dorong anak-anak Sekolah Sabat untuk menyebarkan kasih Yesus dengan membuat orang lain bahagia. Ajak mereka memikirkan ide sederhana seperti Pere dan Anna—misalnya memetik buah dan memberikannya kepada tetangga, menggambar sebagai hadiah ulang tahun, atau menyiapkan makanan kejutan untuk orang lain.

CERITA:

Di halaman rumah mereka tumbuh sebatang pohon lemon besar yang menghasilkan banyak buah berwarna kuning cerah. Pere dan Anna senang memetik buah-buah itu dan memasukkannya ke dalam kantong kecil. Setelah itu, mereka membagikan kantong-kantong lemon itu sebagai hadiah kejutan untuk para tetangga.

Para tetangga selalu senang dan berterima kasih atas hadiah tersebut. Kadang-kadang, mereka membalas dengan memberikan cemilan kecil kepada Pere dan Anna. Menerima hadiah membuat kedua anak itu merasa bahagia juga.

Pere dan Anna juga senang menggambar. Setiap kali ada yang berulang tahun, mereka membuat gambar indah dan memberikannya sebagai hadiah. Orang-orang yang menerima gambar itu selalu senang dan tersenyum lebar.

Ayah dan ibu mendorong Pere dan Anna untuk membuat orang lain bahagia. Mereka berkata bahwa inilah cara sederhana untuk membagikan kasih Yesus. Maka Pere dan Anna menjadikannya semacam permainan kecil—mereka berlomba menemukan cara untuk membuat hari seseorang menjadi lebih ceria.

Suatu pagi hari Minggu, Pere dan Anna mendengar bahwa seorang teman mereka yang berusia 13 tahun, bernama Leo, sedang ditinggal ibunya. Ibu Leo adalah seorang dokter dan sedang pergi dalam perjalanan misi, sehingga Leo dan ayahnya harus memasak sendiri selama sepekan penuh.

Pere dan Anna berpikir, "Pasti sulit bagi seorang anak laki-laki dan ayahnya memasak selama tujuh hari." Mereka ingin membantu. Jadi mereka berkata kepada Ibu,

"Bu, ayo kita masak makanan untuk mereka!"

Tak lama kemudian, Pere dan Anna sibuk di dapur, menyiapkan roti buatan sendiri dan tortilla de patata, yaitu omelet tradisional Spanyol yang terbuat dari kentang.

Anak-anak itu memecahkan telur, sementara ibu menggoreng kentang di wajan sampai lembut. Lalu, ibu menuangkan kentang ke dalam mangkuk berisi telur, mencampur semuanya, dan menuangkannya kembali ke wajan untuk dimasak.

Selanjutnya, mereka membuat roti. Pere dan Anna menakar tepung, air, ragi, dan bahan lain, memasukkannya ke dalam mesin pembuat roti, menekan tombol, dan menunggu. Tak lama kemudian, roti besar yang harum keluar dari mesin!

Anak-anak itu juga membantu untuk membuat beberapa makanan lainnya. Ketika selesai, ada cukup makanan untuk tiga kali makan bagi Leo dan ayahnya. Mereka membungkus semuanya dan menyelipkan secarik pesan bertuliskan,

"Kami ingin membantu dan kami mengasihi kalian."

Pere, Anna, dan ibu mereka mengantarkan makanan itu ke rumah Leo tepat waktu untuk makan siang pukul dua, karena di Spanyol orang biasanya makan siang pukul dua.

Anak-anak itu menyerahkan tas berisi makanan dan ibu berkata, "Kami pikir kalian pasti sibuk dan tidak sempat memasak, jadi kami bawakan makanan."

Wajah ayah Leo langsung tersenyum lebar. Ini adalah kejutan yang indah!

"Terima kasih banyak!" katanya dengan gembira.

Beberapa saat kemudian, ibu menerima pesan di ponselnya. Itu dari ayah Leo, berisi foto dirinya dan Leo sedang menikmati makanan yang dimasak Pere dan Anna. Tak lama setelah itu, ayah juga menerima pesan serupa—foto kedua dari hidangan spesial itu!

Pere dan Anna terus mengantarkan makanan setiap hari selama sisa pekan itu. Setiap hari, ibu dan ayah mendapat foto baru dari keluarga Leo yang menunjukkan kebahagiaan.

Pere senang melihat foto-foto itu karena tahu ia telah membantu temannya dan ayah temannya.

Anna juga bahagia—karena mereka telah membuat orang lain bahagia.

Rasanya menyenangkan bisa membagikan kasih Yesus dengan cara sederhana seperti itu!

Pere dan Anna bersekolah di kampus yang pernah menerima sebagian dana dari Persembahan Sabat ke-13, yang juga dikenal sebagai Persembahan Proyek Misi Triwulanan. Kampus itu mencakup sekolah dasar, menengah, dan perguruan tinggi di Sagunto, dekat Valencia, Spanyol. Persembahan Sabat ke-13 triwulan ini akan membantu lebih banyak orang di Spanyol dan negara lain di Divisi Inter-Eropa untuk mengenal Yesus.

Terima kasih atas persembahanmu yang murah hati!




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp