Berita Misi Advent, 4 Juli 2026. 

Juergen dari Austria.



Hadiah Kehidupan Baru

TIPS CERITA:
*Tunjukkan Austria di peta, lalu tunjuk Braunau, dekat perbatasan Jerman di utara, tempat Bogenhofen berada.
*Ucapkan Juergen sebagai: YOUR-gen.
*Tonton video tentang Juergen di YouTube: bit.ly/Juergen-EUD.


CERITA:
Catatan Editor: Kisah misi pekan ini menyoroti Bogenhofen, sebuah kampus milik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Braunau, Austria, yang mencakup sekolah dasar, sekolah menengah, dan seminari. Sekolah ini menerima sebagian dari Persembahan Sabat Ketiga Belas tahun 1986, yang juga dikenal sebagai Persembahan Proyek Misi Triwulanan.


Juergen dikenal sebagai siswa yang berperilaku buruk, dan sikapnya itu membuat ia dikeluarkan dari sekolah menengah umum di Austria.

Padahal, setahun lagi ia akan lulus. Namun, ia diminta meninggalkan sekolah setelah mendapat nilai buruk karena perilakunya. Di sekolah menengah umum di Austria, perilaku dan kedisiplinan juga dinilai, dan Juergen gagal karena tidak menghormati otoritas dan sering membolos.

Juergen mencoba mendaftar ke sekolah lain, tetapi tidak diterima. Namun, kepala sekolah lamanya merasa kasihan padanya.

"Cobalah ke Bogenhofen," kata kepala sekolah itu. "Mungkin mereka mau menerimamu."

Juergen dan orang tuanya pun pergi ke Bogenhofen, sebuah sekolah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Sebagai anak dari keluarga yang tidak beragama, Juergen terkejut mendapati bahwa di sekolah ini para siswa didorong untuk memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan. Awalnya ia tidak ingin sekolah di sana, tetapi ayahnya membujuknya untuk mencoba.

Akhirnya, Juergen setuju untuk bersekolah di situ. Meskipun ia bisa langsung masuk ke kelas dua belas, Juergen memilih mengulang kelas sebelas. Selama dua tahun di Bogenhofen, hidupnya berubah secara perlahan. Tanpa sadar, ia berhenti makan daging babi dan minum minuman beralkohol. Ia sendiri tidak tahu bagaimana perubahan itu terjadi—semuanya terjadi begitu saja.

Walaupun ia mengikuti pelajaran Alkitab, Juergen belum benar-benar memikirkan tentang Tuhan. Namun setelah lulus, ia melanjutkan ke program pelatihan kesehatan selama satu setengah tahun di Bogenhofen. Melalui pelajaran tentang prinsip kesehatan, ia mulai bertanya-tanya, "Apa sebenarnya yang dipercayai orang Advent?"

Ia kemudian menemukan sebuah Alkitab, dan untuk pertama kalinya, ia membacanya dari awal sampai akhir. Pengalaman itu membuatnya penuh dengan pertanyaan, dan ia menerima tawaran seorang teman sekelas untuk belajar Alkitab bersama. Mereka memulai dengan nubuat-nubuat dalam kitab Daniel.

Juergen kagum luar biasa. Ia melihat bagaimana semua tanggal dan peristiwa cocok satu sama lain, dan bahwa setiap nubuat—kecuali tentang kedatangan Kristus yang kedua kali—sudah digenapi. Semuanya masuk akal baginya. Ia berpikir, "Alkitab pasti benar!"

Langkah berikutnya menjadi mudah baginya: menerima keberadaan Allah Sang Pencipta. Meskipun keluarganya tidak beragama, Juergen tidak pernah benar-benar memercayai teori evolusi. Ia pun memberikan hatinya kepada Tuhan dan dibaptis.

Beberapa anggota keluarganya mengejek ketika mendengar bahwa ia menjadi orang Kristen. Mereka menertawakannya, berkata, "Apa mau hidup seperti petapa? Pindah ke hutan tanpa listrik dan elektronik?" Namun, ketika mereka melihat perubahan nyata dalam kehidupannya, sikap mereka berubah. Ayahnya bahkan berkata bahwa mengirim Juergen ke Bogenhofen adalah keputusan terbaik dalam hidup mereka. Kini, ibunya mengikuti kelompok belajar Alkitab Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.

Sekarang, di usia 36 tahun, Juergen sudah pernah bersekolah di Bogenhofen.

"Waktu saya menjadi pelajar, saya belum menyadari betapa istimewanya kesempatan itu," katanya. "Sekarang saya tahu. Saya bersyukur pernah belajar di Bogenhofen—tempat itu mengubah hidup saya."

Terima kasih atas Persembahan Sabat Ketiga Belas, juga dikenal sebagai Persembahan Proyek Misi Triwulanan, yang telah membantu membawa orang-orang seperti Juergen kepada Kristus. Bogenhofen, yang terletak dekat Braunau, Austria, menerima sebagian dari persembahan tahun 1986 untuk membuka asrama putri. Persembahan triwulan ini akan kembali membantu pekerjaan misi di seluruh Divisi Inter-Eropa, termasuk di Austria.




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp