Berita Misi Advent, 29 Agustus 2026. 

Gogi dari Bulgaria.



Tuhan Tidak Pernah Salah

TIPS CERITA:
* Tunjukkan Bulgaria pada peta, lalu tunjuk Sofia, ibu kota tempat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sofia Barat dan TK Colorful Hope (Tzventna Nadezhda) berada.
* Ucapkan Gogi sebagai GO-ghee.
* Ucapkan Tzventna Nadezhda sebagai tsvet-na na-dezh-da.
* Ketahui bahwa foto di halaman sebelah adalah gambar ilustrasi anak laki-laki Bulgaria yang mirip dengan Gogi.
* Tonton video pendiri taman kanak-kanak, Maria, yang menjelaskan pentingnya "sarapan rohani" atau ibadah pagi bagi anak-anak di: bit.ly/Maria-C-EUD.


Catatan editor: Kisah misi Sabat ini tentang Taman Kanak-Kanak Advent Hari Ketujuh bernama Colorful Hope (Tzventna Nadezhda) di Sofia, Bulgaria, yang akan menerima sebagian dari Persembahan Sabat Ketiga Belas—juga dikenal sebagai Persembahan Proyek Misi Triwulanan—pada triwulan ini.


CERITA:
Guru sempat berpikir bahwa ayah dan ibu mungkin salah alamat ketika mereka datang ke Taman Kanak-Kanak Advent itu. Ayah tampak bertato dari kepala hingga kaki, sementara ibu terlihat seperti model atau ratu kecantikan.

Ayah dan ibu sedang mencari tempat untuk menyekolahkan anak mereka, Gogi.

Guru menahan diri agar tidak mengatakan bahwa taman kanak-kanak ini mungkin bukan tempat yang tepat untuk anak mereka. Dalam hati ia berdoa, menolak segala prasangka yang muncul karena penampilan luar orang tua itu. Kemudian ia menjelaskan bahwa taman kanak-kanak ini memiliki guru-guru Advent yang mengajarkan anak-anak untuk mengasihi Yesus.

"Ya, ya," jawab kedua orang tua itu dengan antusias. "Kami ingin mendaftarkan anak kami di sini."

Gogi mengalami keterlambatan perkembangan. Saat datang pertama kali, ia belum bisa berbicara dengan anak-anak lain dan hanya bisa mengeluarkan beberapa suara. Perilakunya serupa dengan anak-anak yang berada dalam spektrum autisme. Guru berdoa untuk Gogi selama berhari-hari dan bekerja dengan sabar untuk mengembangkan kemampuan bicara serta keterampilan sosialnya.

Seiring waktu, guru mengetahui bahwa ibu Gogi sangat peduli pada anaknya dan sangat setia pada sekolah itu. Ia ingin membantu dengan segala cara. Guru terkejut ketika mengetahui bahwa ibu yang terlihat seperti model itu rela berburu diskon di supermarket untuk membeli kebutuhan terbaik dengan harga termurah demi membantu taman kanak-kanak berhemat. Ibu juga sangat khawatir tentang perkembangan Gogi, jadi guru mulai bertemu dengannya secara rutin untuk memberikan dukungan dan bimbingan agar ia dapat membantu Gogi di rumah.

Bulan demi bulan berlalu, Gogi mulai bisa berbicara dan menunjukkan banyak kemajuan. Guru dan ibu menjadi sangat akrab. Dari percakapan mereka, guru tahu bahwa ayah Gogi bekerja sebagai pengawal seorang gangster di Bulgaria. Guru terus berdoa untuk Gogi dan keluarganya.

Suatu pagi, guru menerima pesan video dari ibu. Gogi sedang sakit di rumah, dan dalam video itu ia berkata, "Mama, waktunya sarapan rohani!"

Di taman kanak-kanak, guru biasa menyebut ibadah pagi sebagai "sarapan rohani". Sekarang, Gogi ingin melakukan ibadah pagi bersama ibunya di rumah.

Dalam video itu, Gogi juga menyanyikan lagu rohani seperti yang biasa dinyanyikan di sekolah. Lalu, sambil memegang Alkitab anak-anak—hadiah dari taman kanak-kanak—ia menunjukkan kisah yang ingin dibacakan ibunya.

Ibu mengatakan bahwa ia sangat bahagia. Guru pun bersyukur. Ia menyadari bahwa ibu terbuka untuk belajar lebih banyak tentang Tuhan, sehingga guru mulai memberinya pelajaran Alkitab.

Hidup keluarga Gogi pun berubah. Ayah berhenti makan daging. Di taman kanak-kanak, anak-anak terbiasa makan makanan sehat, dan Gogi mulai menolak makan daging di rumah. Akhirnya seluruh keluarga berhenti mengonsumsinya. Ibu mengatakan bahwa ayah merasa lebih sehat setelah itu. Tak lama kemudian, ayah berhenti bekerja sebagai pengawal dan mulai menempuh pendidikan untuk menjadi guru olahraga.

Beberapa waktu kemudian, keluarga itu pindah ke kota lain agar ayah bisa mengajar pelajaran olahraga. Namun, guru dan ibu tetap menjaga hubungan.

Kini, Gogi duduk di kelas empat dan merupakan siswa berprestasi. Ibu ingin dibaptis, tetapi terlebih dahulu ia dan ayah berencana untuk menikah secara resmi. Mereka telah lama hidup bersama tanpa ikatan pernikahan dan sekarang ingin mengesahkan hubungan mereka di hadapan Tuhan dan pemerintah.

Sementara itu, ibu bekerja sebagai ahli kecantikan dan secara terbuka membagikan kasih Yesus kepada para pelanggannya. Pihak taman kanak-kanak sering mengirimkan Alkitab dan buku-buku rohani untuk dibagikan kepada mereka. Impiannya adalah menjadi seorang misionaris.

Kini guru menyadari satu hal dengan jelas: Tuhan tidak pernah salah ketika membawa ayah dan ibu ke Taman Kanak-Kanak Advent. Ia melakukan sebuah mukjizat. Keputusan mereka mengubah hidup seluruh keluarga selamanya.

Sebagian dari Persembahan Sabat Ketiga Belas pada triwulan ini akan membantu Taman Kanak-Kanak Colorful Hope (Tzventna Nadezhda) pindah dari bangunan sewaan ke gedung milik sendiri di Sofia. Lebih dari separuh anak-anak yang bersekolah di sana berasal dari keluarga non-Advent. Beberapa bahkan tidak percaya kepada Tuhan.

Terima kasih atas dukungan Anda yang murah hati untuk proyek yang mengubah hidup ini di Bulgaria.




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp