Berita Misi Advent, 27 Juni 2026. 

Ibrahim Alex Juma dari Tanzania.



Dokter & Ibrahim

TIPS CERITA:
* Tunjukkan benua Afrika dan negara Tanzania di peta. Lalu tunjukkan Pulau Zanzibar, lokasi Dispensarium Advent Zanzibar, yang akan menerima sebagian persembahan triwulan ini.
* Tonton video singkat Ibrahim di: bit.ly/Ibrahim-ECD.
* Tonton pesan singkat dari Dr. Stephano Deus Mojo, Direktur Dispensarium Advent Zanzibar, di: bit.ly/Stephano-ECD.
* Baca lebih lanjut tentang Zanzibar dan penjual buku Advent Yohana Lukwaro di Encyclopedia of Seventh-day Adventists online: bit.ly/Zanzibar-ECD. Baca juga tentang klinik di: bit.ly/Zanzibar-Dispensary.
* Unduh foto untuk cerita ini dari Facebook: bit.ly/fb-mq.


CERITA:
Cerita misi Sabat ini adalah tentang pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh pertama yang tinggal di Pulau Zanzibar, bagian dari Tanzania yang terletak di lepas pantai timur Afrika. Pendeta Ibrahim Alex Juma datang dari daratan Tanzania pada tahun 1989.

Ibrahim sebenarnya bukanlah seorang dokter medis. Ia menempuh pendidikan teologi untuk menjadi pendeta, tetapi ia memahami banyak prinsip kesehatan setelah mengajarkan program "Berhenti Merokok," membantu orang berhenti minum minuman beralkohol, serta menjalani pola makan nabati.

Karena itu, ia datang ke Zanzibar bukan sebagai pendeta, melainkan sebagai pekerja kesehatan. Ibrahim memahami alasannya. Banyak penduduk pulau itu bukanlah orang Kristen, dan ia tidak akan diterima jika datang sebagai pendeta. Apalagi, ia sendiri dibesarkan dalam agama non-Kristen yang sama dengan banyak penduduk di sana.

Ibrahim datang bersama istri dan lima anaknya pada tahun 1989, setahun setelah klinik Advent pertama dibuka di pulau itu. Ia bekerja bersama direktur klinik, Dr. Josiah, dan penduduk pulau menjulukinya "dokter."

Sebagai pekerja kesehatan, Ibrahim berkeliling Zanzibar untuk mengajarkan prinsip-prinsip kesehatan.

Tak lama, ia mendapat reputasi sebagai orang yang suka menolong.

Di sebuah hotel, ia melihat seorang resepsionis yang terus-menerus merokok. Ia berkata, "Saya bisa menolong Anda berhenti merokok." Ia berdoa bersama pria itu dan memberikan beberapa tip untuk berhenti merokok. Ketika resepsionis itu berhasil berhenti, ia menceritakan kepada semua orang tentang Ibrahim.

Saat Ibrahim tiba, jemaat Advent di Zanzibar hanya berjumlah tujuh orang. Mereka termasuk Ezekiel dan Moses, dua pria dari daratan Tanzania yang dibaptis beberapa tahun sebelumnya, serta lima orang lainnya yang dipimpin oleh Ezekiel dan Moses untuk menerima baptisan.

Ketujuh orang Advent ini sudah berbagi iman mereka dengan orang-orang Kristen lain. Sebulan setelah kedatangannya, Ibrahim membaptis sembilan orang. Salah satu dari sembilan orang itu kini bekerja di klinik Advent.

Seorang pegawai lain di klinik adalah teknisi laboratorium, anak dari seorang pendeta yang bergabung dengan gereja melalui pelayanan Ibrahim. Ayahnya adalah seorang pendeta yang pernah mengundang Ibrahim berkhotbah di gerejanya. Ibrahim berkhotbah tentang Sabat hari ketujuh, dan pendeta serta keluarganya dibaptis.

Kadang-kadang hari-hari terasa berat. Anak-anak Ibrahim, yang berusia antara 10 hingga 15 tahun, dipukuli dan dibully di sekolah. Ibrahim berdoa agar mereka tidak menjadi tawar hati, dan Tuhan menjawab.

Kelima anaknya, ditambah satu yang lahir kemudian, semuanya tetap setia menjadi anggota gereja Advent. Salah satunya menjadi pendeta, dan seorang lagi menjadi istri pendeta.

Bahaya kadang mengintai di sekitar mereka.

Seorang pejabat pemerintah pernah memperingatkan Ibrahim dan dokter klinik untuk tidak menghadiri sebuah janji temu.

"Ada orang yang berniat jahat," katanya. "Jangan pergi."

Lain kali, seorang teman baru yang bukan Kristen memperingatkan Ibrahim, "Jangan pergi ke pertemuan itu hari ini. Mereka ingin menyakitimu."

Beberapa penduduk pulau bersikap tidak ramah. Seorang pensiunan tentara berkata, "Kamu datang untuk membawa agama Kristen ke pulau kami. Kembalilah ke daratan. Kami tidak mau melihatmu di sini."

Orang lain mengancam, "Kami akan membunuhmu kalau kamu tetap tinggal. Siapa pun yang membunuhmu akan langsung masuk surga karena ia melakukan hal baik dengan menyingkirkan orang yang berusaha merusak pulau kami."

Namun Ibrahim selamat dari semua ancaman, dan gereja tetap berkembang pesat.

Untuk sementara, jemaat beribadah di lapangan sepak bola sewaan setiap Sabat. Ketika kebutuhan akan gedung gereja semakin besar, Ibrahim dan seorang dokter dari klinik menemui pemimpin Zanzibar.

Ibrahim berkata kepada salah satu pemimpin, "Di klinik kami, ada dokter dan perawat yang adalah anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Mereka tidak punya tempat beribadah. Mohon, bisakah kami mendapat sebidang tanah untuk membangun tempat ibadah?"

Pemimpin itu segera memerintahkan agar tanah diberikan kepada anggota Advent untuk membangun gereja.

Ibrahim menyadari bahwa mudahnya memperoleh tanah terjadi karena klinik Advent sudah dikenal luas dan telah menolong banyak orang. Ia bersyukur kepada Tuhan atas berkat melalui klinik itu.

Gereja Advent pertama di Zanzibar dibuka pada tahun 1995, dalam sebuah upacara peresmian yang dihadiri Ketua General Conference, Robert S. Folkenberg.

Setahun kemudian, pelayanan Ibrahim di Zanzibar berakhir, dan ia kembali melayani di daratan Tanzania.

Dari hanya tujuh anggota ketika ia datang, jumlah jemaat bertumbuh menjadi 160 ketika ia pergi. Hari ini, lebih dari 1.000 anggota gereja tinggal di pulau itu.

Pada usia 71 tahun, Ibrahim masih berkhotbah dan terlibat dalam pelayanan di penjara. Ia sesekali kembali ke Zanzibar, termasuk menghadiri perkemahan tiga tahun lalu.

Ia bersyukur kepada Tuhan yang telah mengutusnya ke Zanzibar, dan berterima kasih atas klinik Advent yang terus membawa kesembuhan bagi banyak orang hingga hari ini.

Dispensarium Advent Zanzibar telah memberikan pelayanan penting di Zanzibar selama hampir 40 tahun. Namun kini kedua bangunannya sudah tua dan perlu diganti. Anda dapat menjadi bagian dari kisah klinik ini dengan memberi melalui Persembahan Sabat Ketiga Belas, yang juga dikenal sebagai Proyek Persembahan Misi Triwulanan. Dana ini akan digunakan untuk merobohkan kedua bangunan lama klinik dan menggantinya dengan bangunan modern. Persembahan ini juga akan mendukung empat proyek lain di Divisi Afrika Timur-Tengah: sebuah klinik di Burundi, sekolah perawat di Universitas Advent Lukanga di Republik Demokratik Kongo, sekolah dasar di Kenya, dan pusat media besar di Republik Demokratik Kongo. Terima kasih karena memberi dengan murah hati.




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp