Berita Misi Advent, 22 Agustus 2026. 

Sophia dari Bulgaria.



Buku Favorit Sophia

TIPS CERITA:
* Tunjukkan Bulgaria pada peta, lalu tunjuk kota Sofia, tempat Taman Kanak-Kanak Colorful Hope (Tzventna Nadezhda) berada.
*Ucapkan Tzventna Nadezhda sebagai tsvet-na na-dezh-da.
* Ketahui bahwa foto di halaman seberang menunjukkan Guru Maria berjalan bersama Sophia.
* Tonton video Guru Maria berjalan bersama Sophia dan seorang anak lainnya setelah mengunjungi taman bermain di dekat taman kanak-kanak: bit.ly/Sophia-EUD.


Catatan editor: Kisah misi Sabat ini tentang Taman Kanak-Kanak Advent bernama Colorful Hope (Tzventna Nadezhda) di Sofia, Bulgaria, yang akan menerima sebagian dari Persembahan Sabat Ketiga Belas—yang juga dikenal sebagai Persembahan Proyek Misi Triwulanan—pada triwulan ini.


CERITA:
Sophia adalah seorang gadis kecil berusia dua tahun yang cerdas dan penuh rasa ingin tahu di Bulgaria. Ia belum pernah mendengar tentang Tuhan di rumah, karena orang tuanya tidak tertarik pada hal-hal keagamaan. Namun, orang tuanya mendengar hal-hal baik tentang taman kanak-kanak Advent di Ibu Kota, Sofia, dan mereka yakin bahwa Sophia harus bersekolah di sana.

Sophia langsung jatuh cinta pada kisah-kisah Alkitab yang ia dengar setiap pagi di taman kanak-kanak itu. Ia mendengarkan dengan saksama dan segera hafal banyak cerita Alkitab.

Ketika Sophia berusia tiga tahun, ia mulai mampu menghubungkan berbagai kisah Alkitab. Suatu hari, guru membacakan kisah tentang Simson dan menjelaskan bagaimana orang Filistin yang jahat menangkap Simson dan memenjarakannya.

"Oh, orang Filistin!" seru Sophia. "Goliat berasal dari bangsa Filistin."

Dan ia benar! Orang Filistin yang menangkap Simson adalah bagian dari bangsa yang sama yang kemudian melahirkan raksasa Goliat pada masa Raja Saul dan Daud.

Pengamatan Sophia membuat gurunya kagum. Ia benar-benar gadis kecil yang luar biasa.

Suatu hari, ibu Sophia mengirim foto kepada gurunya—menunjukkan Sophia sedang melihat buku pelajaran Sekolah Sabat Anak-Anak. Guru itu terkejut karena ia tidak pernah memberikan buku itu kepada keluarga tersebut.

"Dari mana kamu mendapatkan buku itu?" tanya guru.

Ternyata, seseorang yang tidak dikenal memberikannya kepada Sophia di sebuah pusat perbelanjaan.

Sophia sangat menyukai buku pelajaran Sekolah Sabat itu. Tetapi buku favoritnya adalah Alkitab anak-anak yang diberikan oleh gurunya di taman kanak-kanak. Ia membawa Alkitab itu pulang dan melihat gambar-gambar yang berwarna-warni setiap hari. Saat ia membuka halaman demi halaman, ia mengingat kisah-kisah Alkitab yang telah ia dengar di sekolah.

Suatu hari, guru melihat Sophia berjalan di taman kanak-kanak sambil membawa Alkitab lain—sebuah buku kecil berwarna merah—di tangannya. Ia membawanya ke mana pun sepanjang hari. Akhirnya, guru bertanya, "Mengapa kamu membawa Alkitab itu ke mana-mana?"

"Itu buku favoritku," jawab Sophia. "Aku sedih karena tidak punya yang seperti ini di rumah. Sekarang aku akan pergi ke rumah nenek dan harus berpisah dengan buku ini."

Guru terkejut. Ia tahu Sophia sudah memiliki Alkitab di rumahnya. Alkitab kecil berwarna merah itu berisi tulisan yang sangat kecil dan tidak memiliki gambar seindah Alkitab anak-anak. Namun hari itu, Sophia memutuskan bahwa Alkitab merah itulah buku favoritnya—dan ia tidak ingin berpisah darinya.

Ketika Sophia pulang sore itu, guru memberinya Alkitab merah kecil itu sebagai hadiah. Sophia sangat gembira. Ia membawanya pulang dan kemudian ke rumah neneknya pada akhir pekan.

"Saya menantikan bagaimana Sophia akan berkembang," kata gurunya, Maria. "Ia memiliki hubungan yang sangat mendalam dengan Tuhan. Hari ini saja, saat doa pagi, ia berdoa bagi kota kami dan bagi tanaman di taman kanak-kanak."

Sebagian dari Persembahan Sabat Ketiga Belas pada triwulan ini akan membantu Taman Kanak-Kanak Colorful Hope (Tzventna Nadezhda) pindah dari bangunan sewaan ke gedung milik sendiri di Sofia. Lebih dari separuh anak-anak yang bersekolah di sana berasal dari keluarga non-Advent. Beberapa bahkan tidak percaya kepada Tuhan. Terima kasih atas dukungan Anda yang murah hati untuk proyek yang mengubah kehidupan di Bulgaria ini.




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp