Bacaan Persembahan Advent, 8 Agustus 2026.
Berikut sebuah pertanyaan: Sebagai orang Kristen yang hidup dalam masyarakat yang didorong oleh uang dan semakin kapitalis, bagaimana kita bisa menjadi anggota masyarakat yang produktif sambil tetap menjadi seperti Kristus, tanpa pamrih, dan menjadi pelayan bagi semua orang?
Pernahkah Anda mendengar istilah ‘kapitalisme welas asih’? Istilah ini telah digunakan dalam berbagai cara, tetapi istilah ini memegang kunci untuk menjawab pertanyaan kita di atas ketika diterapkan dengan benar.
Kapitalisme welas asih bukanlah konsep baru. Empat ribu tahun yang lalu, Abram diberitahu dalam Kejadian 12: 1–3 bahwa ia akan sangat diberkati oleh Tuhan. Mengapa Tuhan memberi Abram berkat-berkat itu? Agar ia bisa menjadi berkat bagi semua orang. Abram diberkati untuk menjadi berkat—itulah kapitalisme welas asih.
Dan dua ribu tahun yang lalu, Yesus mendorong para pengikut-Nya untuk membagikan keuntungan mereka. Dalam Lukas 6: 38, Yesus berkata, “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Sejak Yesus mengucapkan kata-kata ini, para pengikut-Nya yang sejati telah berusaha untuk hidup menururtinya.
Dalam 1 Timotius 6: 17–19, Rasul Paulus memerintahkan “orang-orang kaya”—yang seringkali adalah kapitalis dalam perkataan dan tindakan—untuk “menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi.”
Kapitalisme welas asih sederhananya adalah cerminan kita akan kreativitas, kemurahan hati, dan kasih Tuhan. Itu adalah mengikuti kehendak Tuhan.
Apa pun situasi Anda, kunci penting untuk mengekang kecenderungan kapitalis yang egois adalah dengan memberikan pelayanan yang penuh welas asih kepada orang lain.
Imbauan:
Sekarang adalah waktunya untuk mengembalikan persepuluhan Tuhan dan memberikan persembahan Janji yang dianjurkan untuk kita rencanakan dan sisihkan sebagai persentase dari penghasilan
kita pekan ini. Marilah kita meminta Tuhan untuk membantu kita agar selalu memiliki welas asih
saat kita dengan setia mengelola banyak berkat yang telah Ia berikan kepada kita. Terima kasih atas
kesetiaan Anda.