Bacaan Persembahan Advent, 4 Juli 2026.
Bayangkan Anda berada di Roma pada tahun 65 Masehi. Rasul Paulus dipenjarakan, menantikan eksekusinya yang semakin dekat.
Selama puluhan tahun, Paulus telah melayani orang kaya dan miskin— dan ia sendiri pernah mengalami kedua situasi tersebut. Ia telah menyaksikan para pengikut Yesus menggunakan karunia Tuhan untuk memuliakan diri mereka sendiri, bukan Sang Pemberi. Ia telah menyaksikan mereka mengagungkan kejeniusan manusia, memuja kesuksesan duniawi, menginginkan kemewahan duniawi, dan mengajar anak-anak mereka untuk melakukan hal yang sama. Namun, ia juga telah menyaksikan pertobatan hati, kemurahan hati yang luar biasa, dan pengorbanan yang luar biasa.
Ia merasa bersalah karena tidak selalu mengikuti teladan Yesus, yang meskipun kaya telah menjadi miskin demi kita, agar kita, melalui kemiskinan-Nya, dapat menjadi kaya—secara kekal.
Satu dekade sebelumnya, Paulus mendapatkan sebuah pencerahan. Ia dapat melihat dengan jelas menembus segala sesuatu yang ditawarkan oleh dunia dan ia menyadari bahwa kepuasan terbesarnya, hak istimewa tertingginya, alasan keberadaannya, adalah untuk meninggikan Yesus Kristus.
Menjelang kematiannya, Paulus menulis kepada Timotius muda. Ini adalah surat terakhir dari seorang yang sekarat, penuh dengan hikmat, nasihat kebapaan, dan permohonan yang tulus. Ia menyimpulkan, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Timotius 4: 7).
Itu juga merupakan doa Paulus bagi kita. Dalam semua keputusan hidup kita, ia mendorong kita untuk ‘memelihara iman.’
Imbauan:
Sekarang adalah waktunya untuk mengembalikan persepuluhan Tuhan
dan memberikan persembahan Janji yang dianjurkan untuk kita rencanakan
dan sisihkan sebagai persentase dari penghasilan kita pekan ini. Marilah kita
meminta Tuhan untuk membantu kita berpegang erat kepada-Nya. Marilah
kita mencerminkan kesetiaan Tuhan dalam pengembalian persepuluhan dan
pemberian persembahan kita. Marilah kita memelihara iman.