Bacaan Persembahan Advent, 3 Oktober 2026.


Berjalan seperti Domba (Sheepwalking)


Domba adalah hewan yang cerdas, namun mereka dikenal karena secara naluriah mengikuti domba-domba lain di sekitar mereka, terkadang sampai ke rumah jagal!

Bahkan di tengah dampak tragis dari pandemi, perang, dan bencana lainnya, sebagian besar dunia masih terfokus pada diri sendiri-konsumerisme, harga real estat, liburan, dan pesta. Ya, dunia akan terus melihat kepada diri sendiri, tetapi di manakah fokus saya? Haruskah saya hanya dengan setengah sadar mengikuti dunia, atau haruskah pikiran saya terjaga dan terfokus pada sesuatu yang lebih besar?

Dalam 1 Yohanes 2:15-16, kita membaca, "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia."

Sangat mudah untuk hanya mengikuti ketakutan dan fantasi kawanan, tetapi haruskah para pengikut Yesus berjalan dalam tidur (sleepwalking), atau berjalan seperti domba (sheepwalking), dalam cara-cara dunia? Tidak. Kita perlu bangun.

Kita dipanggil untuk menghidupi cara-cara kasih, kepedulian, dan belas kasihan Allah. Tuhan telah mengangkat kita untuk berada "di dalam kawanan tetapi bukan dari kawanan" "di dunia tetapi bukan dari dunia" sehingga kita dapat menuntun orang kepada pengharapan dan penyembuhan di masa-masa yang penuh tantangan ini.

Seperti yang kita lihat dalam Roma 13:11, "Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya."

Mari kita angkat mata kita di atas kekhawatiran dan cara-cara dunia lama ini. Mari kita ikuti Gembala yang Baik dan bantu domba-domba lain mengikuti Dia.

Imbauan:
Saat kita mengembalikan persepuluhan 10% milik Tuhan dan memberikan persembahan janji kita. Marilah kita berkomitmen kembali untuk berpaling dari mengikuti kerumunan ke dalam cara-cara dunia yang berpusat pada diri sendiri. Mari kita hidup dengan murah hati dan penuh syukur, seperti yang Tuhan kehendaki. Terima Kasih.




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp