Bacaan Persembahan Advent, 28 Februari 2026.
Yesus berkata, “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” Lukas 6: 38.
Selama setidaknya dua ribu tahun, perkataan “Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima” telah diucapkan oleh para pengkhotbah—dan para penggalang dana!—tetapi kita tahu itu benar. Sesuatu yang luar biasa terjadi di dalam diri kita ketika kita melawan sifat alami manusia yang secara naluriah egois.
Para peneliti di seluruh dunia telah mengidentifikasi pemberian yang murah hati sebagai kunci untuk meningkatkan kebahagiaan. Namun, mungkinkah kedermawanan mencakup lebih banyak manfaat daripada sekadar perasaan senang? Para peneliti di University of British Columbia mengujinya.
Setiap minggu, mereka memberikan dua lembar uang $20 kepada pasien dengan tekanan darah tinggi dan membimbing mereka tentang cara membelanjakannya. Separuh pasien diminta untuk membelanjakan uang itu untuk diri mereka sendiri, sehingga mereka membeli pakaian, pijat, krim wajah, dan hadiah lain yang berfokus pada diri sendiri.
Pasien lainnya diminta untuk membelanjakan uang itu untuk orang lain. Mereka membeli kue muffin untuk petugas pemadam kebakaran, kue kering untuk tetangga, hadiah untuk cucu mereka, dan berdonasi ke badan amal.
Hasilnya? Para pembelanja untuk diri sendiri tidak mengalami perubahan tekanan darah, sementara para pemberi hadiah ‘menunjukkan penurunan tekanan darah yang signifikan.’ Memberi adalah sebuah berkat.
Mungkin di masa depan para dokter hanya akan menulis resep, “Jadilah dermawan dua kali seminggu sampai tekanan darah kembali normal.”
Imbauan:
Sungguh benar “lebih berbahagia memberi daripada menerima.” Tuhan telah memberkati Gereja
Masehi Advent Hari Ketujuh dengan sebuah sistem pemberian yang menjadi berkat besar bagi kita
dan orang lain. Sekarang adalah waktunya untuk dengan sukacita mengembalikan persepuluhan
Tuhan dan memberikan persembahan Janji kita. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan atas hak istimewa yang indah untuk memberi.