Bacaan Persembahan Advent, 22 Agustus 2026.
Pernahkah Anda mendengar pepatah bijak, "Lakukan pemberian Anda selagi Anda hidup, agar Anda tahu ke mana perginya"?
Adalah baik untuk meninggalkan uang dan investasi bagi keluarga Anda dan pekerjaan Tuhan ketika Anda meninggal, tetapi Tuhan juga memanggil kita untuk memberi dengan murah hati selagi kita masih hidup.
Mungkin Anda pernah mendengar tentang surat wasiat yang diper-sengketakan, di mana para ahli waris yang serakah mengabaikan keinginan almarhum. Atau kisah-kisah tentang orang Kristen yang berjiwa misi yang meninggal dan harta warisan mereka dihambur-hamburkan oleh ahli waris yang hanya menginginkan liburan mewah lainnya, properti sewaan lainnya, atau perolehan lain yang bertokus pada diri sendiri.
Sebagai pengikut Yesus Kristus, kita harus secara serius mempertimbangkan apa yang la ingin kita lakukan dengan aset-aset-Nya yang telah la percayakan untuk kita kelola—baik dalam kehidupan maupun kematian. Haruskah kita meninggalkannya untuk anak-anak kita, gereja, atau entitas lain? Adakah pembagian yang 'tepat' untuk membagi aset Tuhan?
Dan terkait dengan ini, haruskah kita terus memegang erat aset kita sampai kita mati padahal aset itu sama sekali tidak berguna lagi bagi kita? Apa yang akan Yesus lakukan?
Dalam buku Counsels on Stewardship (Nasihat-Nasihat Penatalayanan), Ellen C. White menulis, "Warisan di saat ajal adalah pengganti yang menyedihkan untuk kebajikan di saat hidup. Hamba-hamba Tuhan seharusnya membuat surat wasiat mereka setiap hari, dalam perbuatan baik dan persembahan yang murah hati kepada Tuhan" (halaman 326).
Jadi, mari kita dengar lagi pepatah bijak itu, "Lakukan pemberian Anda selagi Anda hidup, agar Anda tahu ke mana perginya."
Imbauan:
Saat kita sekarang mengembalikan persepuluhan luhan dan memberikan
persembahan Janli rita, marilah kita ingat bahwa luhan adalah Pemilik se-yalanya dan bahwa, selagi kita hidup setiap hari, la mengundana rita untuk menjadi penatalayan yang setia atas semua karunia-Nya. Marilah kita "Melakukan pemberian kita selagi kita hidup, agar kita tahu ke mana pergi-nya.
"Terima rasin atas resetiaan Anda.