Bacaan Persembahan Advent, 18 Juli 2026.


Amal Adalah Kemewahan Kami


Mereka adalah sebuah anomali bagi pikiran saya yang muda, ambisius, dan berorientasi pada keuntungan—sebuah tim suami-istri yang menjalankan bisnis mereka untuk Tuhan.

Selama bertahun-tahun, saya mempelajari laporan keuangan mereka dan bahkan membantu menyusun jaringan perusahaan, perwalian, dan yayasan mereka untuk memaksimalkan pemberian bagi badan amal dan pelayanan. Proses itu memungkinkan saya untuk menemukan nilai-nilai terdalam mereka yang berakar kuat pada 2 Korintus 8: 9 dan menantang motivasi hati saya.

Mereka berasal dari era di mana orang Kristen kaya tidak memamerkan berkat mereka. Mereka percaya bahwa setiap sen yang mereka miliki adalah milik Tuhan dan diperuntukkan semata-mata untuk kemuliaan-Nya, bukan untuk kemuliaan mereka sendiri.

Mereka bisa saja menjalani gaya hidup mewah tetapi memilih hidup hemat, namun nyaman, dengan penghasilan yang jauh di bawah rata-rata pendapatan rumah tangga. Mereka membuat bukti kekayaan mereka nyaris tidak terlihat.

Saat mengamati sang suami membuat keputusan hemat lain yang tidak perlu, padahal pilihan yang lebih baik dapat membuat hidup mereka jauh lebih nyaman, saya bertanya, “Pak, mengapa Bapak dan Ibu tidak membelanjakan lebih banyak untuk diri sendiri? Mengapa tidak menikmati lebih banyak kemewahan hidup?”

Dua dekade kemudian, jawabannya yang sederhana namun mengubah hidup itu masih terngiang-ngiang di telinga saya, “Amal adalah kemewahan kami.”

Imbauan:
Sekarang adalah waktunya untuk mengembalikan persepuluhan Tuhan dan memberikan persembahan Janji yang dianjurkan untuk kita rencanakan dan sisihkan sebagai persentase dari penghasilan kita pekan ini. Marilah kita masing-masing dengan penuh doa mempertimbangkan kemewahan apa yang kita nikmati—besar atau kecil—dan membuat keputusan untuk mengorbankan sebagian atau seluruhnya demi kemewahan menumbuhkan kerajaan surga. Terima kasih atas kesetiaan Anda.




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp