Bacaan Persembahan Advent, 14 Februari 2026.


Apakah Anda Tidak Memiliki Apa pun atau Memiliki Segalanya?


Para murid pastilah bertanya kepada Yesus, “Apakah Engkau yakin, Tuhan? Apakah Engkau benar-benar ingin kami pergi dengan tangan hampa? Tanpa emas atau perak, bahkan tanpa kepingan tembaga? Tanpa bekal dan tanpa pakaian cadangan? Apa, bahkan tanpa sepasang sandal pun?!”

Yesus menjawab, “Ya. Pergilah. Sembuhkanlah orang sakit. Tahirkanlah orang kusta. Bangkitkanlah orang mati. Usirlah setan-setan.”

Dalam Injil Matius, kita membaca kesaksian langsungnya mengenai perintah dari Kristus yang menantang iman ini. Yesus memperlengkapi para murid dengan sesuatu yang mungkin dapat digambarkan sebagai ‘ketiadaan/keseluruhan’—mereka harus membawa ‘ketiadaan’, tetapi dengan kepercayaan kepada Yesus mereka memiliki ‘keseluruhan’—Alkitab menyebutnya ‘iman’.

Beberapa tahun kemudian, Petrus dan Yohanes, yang dipenuhi oleh Roh Kudus, sedang berjalan menuju Bait Allah ketika seorang pria lumpuh memohon sedekah. Tanggapan Petrus, meskipun tidak ada uang di kantongnya, menunjukkan iman dan kepercayaannya kepada Tuhan. Petrus berkata:

“Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” (Kisah Para Rasul 3: 6).

Pria itu melompat dan berjalan kian kemari sambil memuji Allah! Sungguh suatu mukjizat!

Dalam kemakmuran abad ke-21 yang serba nyaman, kita tidak dapat lagi dengan jujur berkata,

“Emas dan perak tidak ada padaku” karena kita memang memiliki sejumlah uang. Akan tetapi, saat ini, kita merasa sulit untuk mengatakan, “Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah.”

Apakah keuangan kita telah merampas iman kita?

Kantong Petrus penuh dengan ketiadaan/keseluruhan … dan ia menggunakannya untuk menghasilkan sebuah mukjizat.

Imbauan:
Saat kita sekarang mengembalikan 10% milik Tuhan sebagai persepuluhan dan memberikan persembahan Janji kita, marilah kita memohon kepada Tuhan untuk memutuskan ikatan apa pun yang membatasi iman kita. Marilah kita berdoa agar Tuhan menolong kita untuk mengalami karya dahsyat yang dapat dan ingin Ia lakukan, baik saat kantong kita kosong maupun penuh. Terima kasih atas pemberian Anda yang penuh kesetiaan pada hari ini




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp