Artikel // Apologetika // Jumat, 13 Maret 2026
Masih dalam konteks artikel sebelumnya, menanggapi keberatan dari Dr. Deky Hidnas Yan Nggadas. Kali ini mengenai isu The sufficiency of Scripture (kecukupan Alkitab) dan status Testimonies (Roh Nubuat). Kritik yang dibangun adalah Gereja Advent memahami bahwa Testimonies yang diasumsikan inerrant/infallible diperlukan untuk menafsirkan Alkitab, sehingga komentar Testimonies terhadap Alkitab bersifat tafsir yang tidak bisa salah, dengan demikian polemikus menyimpulkan Gereja Advent dan Gereja Katolik Roma di kelompok yang sama-sama memiliki penafsir Alkitab yang tak bisa salah. Jika jeli melihat rangkaian argumen tersebut, kita menemukan beliau mengambil premis-premis advent, lalu menghubungkannya menjadi teori dan menarik kesimpulan prematur pada bagian akhir argumen. Disebut prematur karena melewatkan fakta adanya varian pandangan didalam gereja advent terkait status Testimonies. Setidaknya ada 3 pendekatan (arus utama, konservatif dan kritis). Saya awalnya berencana menjabarkannya dan mengutip literatur kekinian Gereja Advent mengenai posisi Testimonies, namun niat itu saya urungkan karena ada cara lain yang lebih efektif untuk merespon polemik ini. Cara yang singkat padat dan jelas!
Bagaimana jika kita langsung meminta klarifikasi dari Sister White terkait isu ini? Menarik bukan jika Sister White sendiri mengklarifikasi status dan posisi Testimoniesnya? Ya, kita dapat bertanya kepada Sister White mengenai kecukupan Alkitab dan status Testimonies. Jawaban dapat kita peroleh dari tulisannya sendiri yang relevan dengan isu ini, Mari kita mulai!
Apa status Kitab Suci?
Jawab: “The Holy Scriptures are to be accepted as an authoritative, infallible revelation of His will. They are the standard of character, the revealer of doctrines, and the test of experience.”
(The Great Controversy, p. vii)
terjemahan: Kitab Suci harus diterima sebagai penyataan kehendak-Nya yang berotoritas dan tidak dapat salah. Kitab Suci adalah standar karakter, penyingkap doktrin, dan penguji pengalaman.
Apa dasar iman dan doktrin?
Jawab: “The Word of God is the foundation of all true faith and the basis of all reform.”
(Selected Messages, Book 1, p. 416)
terjemahan: Firman Allah adalah dasar dari semua iman yang benar dan landasan bagi setiap reformasi.
Jawab: “The Bible, and the Bible alone, is to be our creed.”
(Selected Messages, Book 1, hlm. 416)
terjemahan: Alkitab, dan hanya Alkitab saja, yang harus menjadi pengakuan iman kita.
Apakah Alkitab butuh penafsir diluar dirinya?
Jawab: “The Bible is its own expositor.”
(Manuscript Releases, vol. 7, p. 219)
terjemahan: Alkitab adalah penafsir bagi dirinya sendiri.
Jawab: “Let the Bible explain itself. Compare scripture with scripture.”
(Education, p. 190)
terjemahan: Biarlah Alkitab menjelaskan dirinya sendiri. Bandingkanlah Kitab Suci dengan Kitab Suci.
Apakah Alkitab cukup menerangi pikiran?
Jawab: “The Word of God is sufficient to enlighten the most beclouded mind and may be understood by those who have any desire to understand it.”
(Testimonies for the Church, vol. 5, p. 663)
terjemahan: Firman Allah cukup untuk menerangi pikiran yang paling tertutup sekalipun dan dapat dipahami oleh mereka yang memiliki keinginan untuk memahaminya.
Apakah Testimonies dapat menggantikan posisi Alkitab?
Jawab: “The Spirit was not given—nor can it ever be bestowed—to supersede the Bible; for the Scriptures explicitly state that the word of God is the standard by which all teaching and experience must be tested.”
(The Great Controversy, Introduction, vii)
terjemahan: Roh itu tidak diberikan—dan tidak pernah dapat diberikan—untuk menggantikan Alkitab; sebab Kitab Suci dengan jelas menyatakan bahwa Firman Allah adalah standar yang dengannya setiap ajaran dan pengalaman harus diuji.
Apakah Testimonies keharusan dalam studi Alkitab?
Jawab: “If you had made God's Word your study, with a desire to reach the Bible standard and attain to Christian perfection, you would not have needed the Testimonies.”
(Testimonies for the Church, vol. 5, p. 665)
terjemahan: Jika kamu telah menjadikan Firman Allah sebagai bahan pelajaranmu, dengan keinginan untuk mencapai standar Alkitab dan memperoleh kesempurnaan Kristen, maka kamu tidak akan memerlukan Testimonies.
Lalu apa fungsi Testimonies?
Jawab: “Little heed is given to the Bible, and the Lord has given a lesser light to lead men and women to the greater light.”
(Review and Herald, 20 January 1903)
terjemahan: “Alkitab hanya sedikit diperhatikan, dan Tuhan telah memberikan terang yang lebih kecil untuk menuntun pria dan wanita kepada terang yang lebih besar.
Pencarian Objektif
Demi objektivitas, saya berusaha mencari pernyataan Sister White yang sesuai dengan tuduhan polemikus. Namun tidak terdapat pernyataan eksplisit implisit baik literal maupun ide ataupun konsep bahwa Testimonies sebagai penafsir Alkitab yang inerrant dan infallible.
Justru yang saya temukan sebaliknya:
“In regard to infallibility, I never claimed it; God alone is infallible.”
(Selected Messages, Book 1, p. 37)
terjemahan: “Mengenai ketidakmungkinan salah, saya tidak pernah mengklaimnya; hanya Allah saja yang tidak dapat salah.”
Kesimpulan
Pernyataan-pernyataan Sister White menunjukkan pemahaman bahwa Alkitab berfungsi sebagai standar normatif bagi doktrin, sementara Testimonies berperan sebagai bimbingan profetis yang mengarahkan pembaca kembali kepada otoritas Kitab Suci.
Kesalahpahaman yang datang dari luar Gereja Advent maupun kesalahpahaman 'oknum' internal Gereja Advent mengenai posisi Testimonies telah diluruskan oleh Sister White sendiri!
Penulis Artikel: Adam Hiola (teolog awam)