Triwulan 2 Pelajaran 6, 2024. 


Download Powerpoint




Sabtu, 4 Mei 2024.

DUA SAKSI.


Bacalah untuk Pelajaran Pekan Ini: Why. 11: 3- 6; Za. 4: 14; Why. 12: 5, 6, 14, 15; Dan. 7: 25; Yes. 54: 17; Mzm. 119: 89; Why. 11: 15-18.

AYAT HAFALAN: "Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi Firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya" (Yes. 40: 8).

Selama berabad-abad, Firman Allah telah dirusakkan, diragukan, dan dibuang. Firman Allah telah dirantai di biara-biara, dibakar di lapangan umum, dan dicabik-cabik. Orang-orang percaya telah diejek, diolok-olok, dipenjara, dan bahkan menjadi martir. Melalui semuanya itu, Firman Allah telah menang.

Gereja abad pertengahan menganiaya orang-orang Kristen yang setia dan percaya kepada Kitab Suci. Namun, Firman Allah menerangi kegelapan. Penindasan dan penganiayaan tidak menghentikan pemberitaan Firman Allah. Ketika penerjemah Kitab Suci bahasa Inggris, William Tyndale, diadili karena imannya, ia ditanya siapa yang paling membantunya dalam menyebarkan Firman Allah. Ia merenungkan pertanyaan itu dan kemudian menjawab, "Uskup Durham". Para hakim terkejut.

Tyndale menjelaskan bahwa pada suatu kesempatan, uskup tersebut membeli persediaan terjemahan Kitab Suci bahasa Inggris dan membakarnya di depan umum. Apa yang tidak diketahui oleh uskup pada saat itu adalah bahwa ia telah sangat membantu kebenaran. Ia telah membeli Kitab Suci dengan harga yang jauh lebih tinggi dari biasanya. Dengan pembelian sebesar itu, Tyndale dapat mencetak lebih banyak Kitab Suci daripada yang dibakar. Kebenaran yang telah dihancurkan dalam debu telah bangkit kembali dan bersinar dengan segala kecemerlangannya.

Pekan ini, kita akan menelusuri salah satu serangan yang paling kejam terhadap Kitab Suci dan iman Kristen. Selama Revolusi Prancis, darah mengalir di jalan-jalan di Prancis. Guillotine, alat pemenggal kepala, dipasang di alun-alun Kota Paris, dan ribuan orang dibantai. Ateisme menjadi agama negara. Namun demikian, kesaksian Firman Allah tidak dapat dibungkam.



  (dengar audio - sabtu)  


Pergi Ke Pelajaran:

Sabtu · Minggu · Senin · Selasa · Rabu · Kamis · Jumat


Penuntun Guru

Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp