Berita Misi Advent, 6 Juni 2026. 

Klinik Advent Zanzibar dari Tanzania.



Klinik Mukjizat

TIPS CERITA:
* Tunjukkan benua Afrika dan negara Tanzania di peta. Lalu tunjukkan Pulau Zanzibar, lokasi Dispensarium Advent Zanzibar, yang akan menerima sebagian persembahan triwulan ini.
* Ketahui bahwa foto menunjukkan gedung utama klinik.
* Unduh foto-foto untuk cerita ini dari Facebook: bit.ly/fb-mq. Tonton video singkat Dr. Josiah Tayali di: bit.ly/Josiah 2-ECD.
* Tonton pesan singkat dari Dr. Stephano Deus Mojo, Direktur Dispensarium Advent Zanzibar, di: bit.ly/Stephano-ECD.
* Ketahui bahwa kisah misi ini berdasarkan wawancara dengan Dr. Josiah di klinik. Baca lebih lanjut dalam artikel yang ditulisnya di Encyclopedia of Seventh-day Adventists online: bit.ly/Zanzibar-Dispensary.


CERITA:
Cerita misi pekan ini melihat kembali peristiwa luar biasa yang membawa pada berdirinya sebuah klinik Advent di Pulau Zanzibar, bagian dari Tanzania yang terletak di lepas pantai timur Afrika. Klinik ini merupakan salah satu proyek misi khusus triwulan ini. Kisahnya dimulai pada pertengahan tahun 1980-an.

Seorang pejabat tinggi pemerintah Zanzibar sedang dalam masalah. Seif Sharif Hamad tidak merasa sehat saat berkunjung ke ibu kota Tanzania, Dodoma. Sebagai menteri utama, ia adalah pemimpin yang berpengaruh di pulau itu dan hanya berada satu tingkat di bawah presiden Zanzibar. Namun pada hari itu, ia merasa lemah dan tidak yakin dengan dirinya.

Seseorang menyarankan agar ia pergi ke sebuah klinik Advent. Padahal, klinik Advent itu bukanlah fasilitas medis terdekat dari kantornya di gedung parlemen. Ada rumah sakit lain yang lebih dekat. Tetapi menteri utama itu tetap memilih pergi ke klinik Advent. Ia merasa puas dengan perawatan yang diterimanya, lalu bertanya kepada staf klinik, "Kalian ini siapa?"

Mereka menjawab, "Kami adalah anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh."

Ia bertanya lagi, "Apakah organisasi kalian punya pimpinan?"

Mereka menjawab, "Ya, kami punya pimpinan."

Lalu ia bertanya, "Bisakah kita membuka sesuatu seperti ini di Pulau Zanzibar?"

Mereka menjawab, "Ya, bisa." Staf klinik menyampaikan permintaan itu kepada Pimpinan Uni Tanzania, dan para pemimpin gereja sangat bersukacita. Selama ini Zanzibar dikenal sebagai wilayah pelayanan yang penuh tantangan sejak pekerja gereja pertama tiba pada akhir 1930-an. Mereka adalah penjual buku rohani, tetapi tidak berhasil menjual buku di pulau itu karena sebagian besar penduduknya bukan Kristen.

Belakangan, gereja mengalami sedikit keberhasilan dengan mengirimkan dokter untuk mengadakan program kesehatan mengenai bahaya alkohol, tembakau, dan daging babi. Program kesehatan ini sesuai dengan keyakinan masyarakat Zanzibar dan mendapat tanggapan positif.

Kini, menteri utama Zanzibar justru mengundang orang Advent untuk membuka klinik, yang bisa memperluas pelayanan kesehatan gereja secara signifikan. Hal ini terasa terlalu baik untuk menjadi kenyataan.

Uni Tanzania membentuk komite beranggotakan tiga orang untuk mempelajari kemungkinan membuka klinik. Tidak lama kemudian, mereka tiba di Zanzibar dan bertemu dengan menteri utama di kantornya pada tahun 1986. Ia masih mengingat klinik Advent yang pernah merawatnya, lalu meminta agar mereka segera membuka klinik tersebut. Ia bahkan menginstruksikan otoritas kesehatan setempat untuk menyetujui usulan proyek ini.

Namun, bulan demi bulan berlalu tanpa ada persetujuan.

Akhirnya, seorang pemimpin gereja mendatangi menteri utama dan menanyakan apa yang terjadi.

Menteri utama itu marah atas keterlambatan tersebut. Ia segera turun tangan agar proposal proyek disetujui dengan cepat.

Kemudian gereja perlu mencari lokasi untuk klinik. Para pemimpin gereja meminta bantuan seorang penjual buku Advent yang sudah tinggal di pulau itu selama lima tahun terakhir. Orang itu menemukan sebuah bangunan bekas hotel yang terdiri dari dua bangunan di sisi berlawanan jalan. Hotel itu sudah dijual selama dua tahun, dan gereja pun membelinya.

Seorang dokter bernama Josiah Tayali datang dari daratan untuk mendirikan klinik. Di bawah pengawasannya, kedua bangunan direnovasi, dan peralatan medis, bedah, serta laboratorium dikirim dari daratan.

Dr. Josiah juga mendapat izin untuk membuka apotek di klinik tersebut. Menurut hukum, semua layanan medis di Zanzibar harus diberikan secara gratis, dan ia mencari cara untuk membayar gaji staf klinik. Dana dari penjualan obat terbukti cukup untuk menutup gaji pekerja sekaligus membeli obat tambahan.

Dispensarium Masehi Advent Hari Ketujuh Zanzibar resmi dibuka pada 31 Januari 1988.

Menteri utama Zanzibar sangat senang. Setelah itu, bila ada anggota keluarganya yang sakit, ia mengirim mereka ke klinik untuk berobat. Pasien terkenal lainnya termasuk istri presiden Zanzibar dan pejabat tinggi lainnya. Namun, kebanyakan pasien adalah penduduk setempat.

Kini Dr. Josiah sudah pensiun, tetapi ia menyebut klinik itu sebagai mukjizat Tuhan.

"Ini adalah panggilan Tuhan untuk melayani di Zanzibar," katanya. "Bukan kami yang memulainya."

Selama hampir 40 tahun, Dispensarium Advent Zanzibar telah memberikan layanan penting di pulau itu. Seiring waktu, klinik swasta lain mulai bermunculan, dan klinik Advent ikut serta menerima pembayaran untuk layanannya. Tetapi kini kedua bangunan klinik itu sudah tua dan perlu diganti.

Anda dapat menjadi bagian dari kisah mukjizat ini dengan memberi melalui Persembahan Sabat Ketiga Belas triwulan ini, yang juga dikenal sebagai Proyek Persembahan Misi Triwulanan. Dana tersebut akan dipakai untuk merobohkan bangunan lama dan menggantinya dengan bangunan modern. Terima kasih karena memberi dengan murah hati untuk proyek penting ini.




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp