Berita Misi Advent, 26 September 2026. 

Clara dan Andreea dari Rumania.



Hidup dengan Iman, Bukan dengan Penglihatan

TIPS CERITA:
* Tunjukkan Rumania dan Australia di peta. Jelaskan jarak antara kedua negara tersebut untuk menggambarkan bagaimana iman Clara dan ketaatan Andreea mempertemukan mereka melalui kuasa doa.
* Ditulis oleh Cristina Roșu:
VividFaith adalah layanan dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang menghubungkan orang-orang dengan berbagai kesempatan pelayanan, termasuk melalui Layanan Sukarelawan Advent. Kunjungi vividfaith.com untuk mencari atau mempromosikan peluang pelayanan


CERITA:
Clara adalah seorang siswi yang ceria, penuh dengan ide-ide berani dan kreatif. Meskipun usianya baru 11 tahun, ia dengan yakin berkata bahwa semua doanya selalu dijawab oleh Tuhan. Di sekolah tempatnya belajar, ada kebutuhan mendesak untuk guru bahasa Inggris penutur asli. Namun karena berbagai alasan, tahun ajaran baru dimulai tanpa ada seorang pun yang mengisi posisi itu. Clara mulai berdoa setiap hari agar Tuhan mengirimkan guru yang tepat, yakin bahwa Tuhan akan menjawab doanya.

Hari demi hari berlalu, dan belum ada kabar. Tidak ada yang berminat mengajar di sana, tetapi Clara tidak patah semangat—ia terus berdoa dan percaya.

Sementara itu, di Australia, seorang wanita muda bernama Andreea menghadiri perkemahan rohani (camp meeting). Ketika sebuah keluarga misionaris membagikan pengalaman pelayanan mereka, ia merasa sangat terinspirasi. Sebuah pikiran terlintas dalam benaknya: "Mungkin aku juga bisa melayani seperti mereka." Namun, ia segera menepisnya.

Ia baru saja mulai bekerja di tempat baru, tinggal sendiri untuk pertama kalinya, memiliki rumah dengan kredit (hipotek), dan akan segera memulai program pelatihan profesional. Waktu itu terasa benar-benar tidak tepat.

Namun, suatu hari ketika ia melihat-lihat halaman instagram VividFaith*—sebuah platform pelayanan misi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh—ia berhenti pada postingan berisi panggilan misi. Ia menekan tombol "suka" dan melanjutkan aktivitasnya.

Tetapi, benih panggilan misi itu telah tertanam dalam hatinya.

Sementara itu, di Rumania, Clara tetap berdoa dengan penuh keyakinan.

Beberapa bulan kemudian, Andreea sedang bersantai di pantai sambil melihat-lihat instagram, ketika sebuah postingan VividFaith menggetarkan hatinya seperti kilat. Itu adalah panggilan misi ke Rumania, mencari pengajar bahasa Inggris penutur asli.

Andreea langsung merasa bahwa panggilan itu ditujukan untuknya. Gelombang keyakinan memenuhi hatinya, mendorongnya untuk bertindak. Namun pikirannya berontak:

"Ini gila! Ini tidak masuk akal. Aku belum siap. Aku tidak memiliki pelatihan khusus."

Andreea dan keluarganya kemudian berpuasa dan berdoa selama dua pekan, memohon agar Tuhan memberi petunjuk yang jelas. Setelah masa doa itu, keyakinannya semakin kuat: Tuhan benar-benar memanggilnya ke Rumania. Maka ia pun mengirimkan lamaran resmi.

Dua bulan berlalu tanpa kabar. Andreea merasa lega, berpikir mungkin ia tidak diterima, dan itu berarti Tuhan menutup pintunya. Ia menganggap tugasnya sudah selesai karena telah mencoba.

Namun pada bulan September, sebuah email balasan datang dari pihak sekolah di Rumania.

Setelah menjalani wawancara, Andreea menyadari bahwa Tuhan memang bekerja di balik layar. Ia merasa yakin bahwa Tuhanlah yang memegang kendali dan bahwa mengikuti rencana-Nya adalah yang terbaik.

Meski begitu, kekhawatiran tentang berbagai hal yang tidak pasti tetap ada di benaknya. Ia memikirkan banyak hal—tentang pekerjaannya, cicilan rumah, biaya hidup di Rumania, dan tanggung jawab pelayanannya di gereja. Beban itu terasa sangat berat.

Dengan berlinang air mata, ia berdoa: "Tuhan, tolong beri aku tanda bahwa ini benar-benar rencana-Mu."

Saat itu juga, damai sejahtera yang luar biasa memenuhi hatinya—sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia tahu, itu datang dari Tuhan. Di titik itulah, ia menyerahkan seluruh kekhawatirannya dan memilih untuk mengikuti kehendak Allah sepenuhnya.

Sebulan kemudian, Andreea tiba di Rumania untuk memulai pelayanan yang kemudian ia sebut sebagai "masa terbaik dalam hidupku."

Ia belajar bahwa jika kita ingin Tuhan bekerja melalui kita, kita harus bersedia, taat, dan bersukacita. Ia sering berkata: "Tuhan tidak akan pernah meminta kita melepaskan sesuatu tanpa memberikan sesuatu yang lebih baik sebagai gantinya."

Bagi Clara, kedatangan Andreea adalah jawaban doa yang nyata—bukti bahwa bahkan iman seorang anak kecil dapat menggerakkan hati seseorang di belahan dunia lain. Itu memperkuat keyakinannya bahwa Tuhan benar-benar mendengar doa, tidak peduli berapa pun usia kita.

Bagi Andreea, pengalaman ini menjadi panggilan untuk terus berjalan bersama Tuhan, karena seperti yang ia katakan, "Tuhan selalu tahu yang terbaik bagi hidup kita."




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp