Berita Misi Advent, 23 Mei 2026.

Elijah dari Kenya.
TIPS CERITA:
* Tunjukkan benua Afrika dan negara Kenya di peta. Kemudian tunjukkan Kota Kisii, lokasi Sekolah Advent Mwata untuk Anak-anak Tuli, yang menerima sebagian persembahan triwulan pertama tahun 2023.
* Unduh foto-foto untuk cerita ini dari Facebook: bit.ly/fb-mq.
* Tonton video singkat Elijah di lokasi pembangunan saat aula serbaguna masih dalam proses pembangunan: bit.ly/Elijah-ECD.
CERITA:
Sebuah aula serbaguna yang baru menjanjikan berkat besar bagi sekolah asrama Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh untuk anak-anak tuli di Kenya. Tetapi aula ini, yang dibangun dengan bantuan persembahan Anda, ternyata juga terbukti menjadi berkat besar selama proses pembangunannya.
Mandor pembangunan berkata bahwa ia belum pernah melihat proyek seperti ini. Tidak ada kecelakaan atau cedera yang terjadi selama tiga bulan pembangunan gedung tersebut. Tidak ada bahan bangunan yang dicuri. Tidak ada pekerja yang datang dalam keadaan mabuk.
Mandor itu berkata seakan-akan tangan perlindungan Allah menutupi lokasi pembangunan dari awal hingga akhir.
Aula serbaguna baru ini terletak di Sekolah Advent Mwata untuk Anak-anak Tuli, di Kota Kisii, sekitar 300 km sebelah barat ibu kota Kenya, Nairobi. Sekolah ini menerima sebagian dari Persembahan Sabat Ketiga Belas, yang juga dikenal sebagai Proyek Persembahan Misi Triwulanan, pada triwulan pertama tahun 2023. Dana tersebut digunakan untuk membangun aula serbaguna dengan dapur modern dan ruang makan. Sebelumnya, makanan dimasak di atas api terbuka di dapur darurat dari lembaran seng, dan anak-anak makan di lapangan terbuka. Dana itu juga digunakan untuk membangun asrama baru bagi anak laki-laki dan perempuan. Sekolah ini memiliki 73 murid, terdiri dari 43 anak perempuan dan 29 anak laki-laki, dengan usia antara 4 hingga 18 tahun.
Pekerjaan pembangunan dapur dan ruang makan dimulai pada akhir tahun 2024 di bawah pengawasan seorang mandor bernama Elijah. Ia berusia 36 tahun dan merupakan seorang anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.
Setiap pagi, Elijah berdoa bersama 30 hingga 40 pekerja konstruksi yang datang ke lokasi proyek pada hari itu. Sebagian besar pekerja berasal dari masyarakat sekitar dan bukan anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.
"Ya Tuhan," doanya, "tolonglah kami ketika kami bekerja hari ini. Berikanlah kami tenaga dan kesehatan yang baik. Lindungi kami saat bekerja."
Elijah mengatakan Allah menjawab doa-doa itu.
"Biasanya ada pekerja yang jatuh dari lantai atas, atau tertimpa benda jatuh," katanya. "Tetapi hal itu tidak pernah terjadi di sini."
Ia juga berkata bahwa pencurian sering terjadi di lokasi pembangunan. Orang mencuri semen atau besi, baik di malam hari atau bahkan di siang hari saat pembangunan sedang berlangsung.
"Tetapi di sini, tidak ada satu pun kasus seperti itu," katanya.
Masalah lain yang umum terjadi adalah soal pembayaran, lanjutnya. Perusahaan konstruksi kadang terlambat dibayar sehingga tidak bisa membeli bahan bangunan atau membayar pekerja.
"Tetapi di sekolah ini, pembayaran selalu tepat waktu," katanya.
Para pekerja tampak menikmati pekerjaan mereka. Elijah berkata bahwa upah mereka cukup baik dibandingkan proyek lain di daerah itu, dan mereka menghargai adanya hari Sabat sebagai libur kerja. Biasanya, lokasi pembangunan lain menuntut mereka bekerja tujuh hari sepekan.
Begitu banyak pekerja yang datang ke sekolah setiap hari sehingga Elijah harus memilih siapa yang akan dipekerjakan. Pada hari pertama, beberapa pekerja datang dalam keadaan mabuk. Elijah berkata kepada mereka, "Kalian tidak bisa bekerja di sini kalau mabuk." Orang-orang yang sama kembali keesokan harinya, tetapi kali ini mereka dalam keadaan sadar.
Elijah mendengar para pekerja saling mengingatkan untuk tetap sadar. Jika ada yang ingin minum alkohol setelah kerja, yang lain berkata, "Jangan lakukan itu. Kalau mabuk, kamu tidak bisa kerja di sini."
Seiring waktu, Elijah melihat para pekerja tetap sadar hari demi hari karena mereka ingin bekerja. Satu demi satu berkata kepadanya, "Saya berusaha keras untuk tidak minum minuman beralkohol, tetapi sulit."
Elijah berharap banyak di antara mereka akhirnya membuat keputusan untuk berhenti minum minuman keras sama sekali.
"Kami berdoa agar pengaruh pekerjaan ini membuat mereka berubah pikiran tentang minuman beralkohol sepenuhnya," katanya.
Elijah berkata ia senang dengan proyek ini dan berkat besar yang telah dan akan dibawanya bagi banyak orang.
"Proyek ini memberikan dampak besar, baik bagi sekolah maupun masyarakat sekitar," katanya.
Kedermawanan anggota gereja seperti Anda pada tahun 2023 telah membuka jalan bagi peristiwa yang diceritakan minggu ini. Inilah persembahan Anda yang bekerja, menyebarkan kasih Yesus bukan hanya kepada anak-anak di Sekolah Advent Mwata untuk Anak-anak Tuli, tetapi juga kepada para pekerja bangunan yang membantu mendirikan dapur dan ruang makan. Salah satu proyek misi triwulan ini adalah sekolah lain di Kenya. Persembahan triwulan ini akan membantu pembangunan Sekolah Taman Kanak-kanak Komunitas Advent Merisho dekat Nairobi, sehingga anak-anak dapat memiliki ruang kelas baru. Terima kasih telah mendukung proyek ini.