Berita Misi Advent, 20 Juni 2026. 

Ezekiel dari Tanzania.



Tuhan atas Hari Sabat

TIPS CERITA:
* Tunjukkan benua Afrika dan negara Tanzania di peta. Lalu tunjukkan Pulau Zanzibar, lokasi Dispensarium Advent Zanzibar, yang akan menerima sebagian persembahan triwulan ini.
* Tonton video singkat Ezekiel di: bit.ly/Ezekiel-ECD.
* Tonton pesan singkat dari Dr. Stephano Deus Mojo, Direktur Dispensarium Advent Zanzibar, di: bit.ly/Stephano-ECD.
* Baca lebih lanjut tentang Zanzibar dan penjual buku Advent Yohana Lukwaro di Encyclopedia of Seventh-day Adventists online: bit.ly/Zanzibar-ECD. Baca juga tentang klinik di: bit.ly/Zanzibar-Dispensary.
* Ketahui bahwa buku W. Duncan Eva, Apakah Sabat yang Benar Hari Jumat, Sabtu, atau Minggu? (dalam bahasa Swahili: Sabato ya kweli ljumaa Jumamosi au Jumapili?) telah tersebar luas di seluruh Tanzania dan membawa banyak orang kepada Sabat hari ketujuh. Baca lebih lanjut tentang W. Duncan Eva di Encyclopedia of Seventh-day Adventists: bit.ly/Duncan-Eva.
* Unduh foto untuk cerita ini dari Facebook: bit.ly/fb-mq.


CERITA:
Cerita misi Sabat ini adalah tentang bagaimana orang-orang pertama yang bergabung dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Pulau Zanzibar, bagian dari Tanzania yang terletak di lepas pantai timur Afrika. Kisah ini dimulai pada tahun 1986.

Ezekiel merasa bingung. Ia E tidak tahu harus berpikir apa tentang sebuah buku berjudul, Apakah Sabat yang Benar Hari Jumat, Sabtu, atau Minggu?

Seseorang telah memberikan kepadanya buku itu, yang ditulis oleh W. Duncan Eva, mantan Wakil Ketua General Conference. Ia membacanya di rumahnya di Pulau Zanzibar.

Tidak seperti kebanyakan orang di pulau itu, Ezekiel adalah seorang Kristen. Ia pindah ke Zanzibar setahun sebelumnya, pada 1985, untuk menjauh dari masalah keluarga di daratan Tanzania.

Ezekiel kebingungan dengan isi buku itu. Ia cukup yakin bahwa Sabat yang benar bukanlah hari Jumat, hari yang dipelihara oleh banyak orang di pulau itu. Ia selalu beribadah pada hari Minggu sepanjang hidupnya, tetapi buku itu menuliskan bahwa Sabat kudus Allah sebenarnya adalah hari Sabtu.

Ia berbicara dengan seorang teman, sesama Kristen bernama Moses yang juga pindah ke Zanzibar dari daratan. Mereka sepakat bahwa pesan dalam buku itu mungkin salah, tetapi argumen tentang Sabat hari Sabtu sangat kuat sehingga Ezekiel tidak bisa berhenti memikirkannya. Ia pergi kepada orang yang telah memberikan buku itu kepadanya.

"Katakan kepada orang yang memberikan buku ini agar datang menemuiku," katanya. "Aku ingin bertanya kepadanya tentang kebenaran."

Tidak lama kemudian, seorang penjual buku Advent bernama Yohana mengunjungi Ezekiel dan Moses. Ia berusaha menjawab pertanyaan mereka tentang Sabat.

Ketika mereka berdebat, ia menawarkan pelajaran Alkitab Suara Nubuatan.

Ia menambahkan, "Kalau kalian menjawab semua pertanyaan dalam pelajaran ini, saya akan memberikan hadiah."

Ezekiel dan Moses tertarik. Mereka mengambil lima pelajaran pertama dan menyelesaikannya.

Yohana mengoreksi pelajaran itu lalu memberikan lima pelajaran lagi.

Setelah menyelesaikan semua 20 pelajaran, Yohana memberi selamat kepada mereka karena telah lulus kursus dan menyerahkan sertifikat. Ia juga memberikan hadiah yang dijanjikan: masing-masing tiga pasang celana abu-abu dan tiga kemeja lengan panjang merah-biru.

Ezekiel dan Moses sangat senang. Ekonomi di pulau itu lemah, dan banyak orang tidak memiliki lebih dari satu set pakaian.

Ezekiel menyimpan satu set untuk dirinya sendiri dan memberikan dua set lainnya kepada kerabat. Para kerabat yang terkejut bertanya kapan ia mendapatkan pakaian itu, dan ia menjawab, "Mari ikut, saya akan tunjukkan."

Kerabat dan teman-temannya pun mendaftar untuk mengikuti pelajaran Alkitab.

Setelah menyelesaikan 20 pelajaran itu, Ezekiel mulai memelihara Sabat. Kemudian Yohana mendorong dia dan Moses untuk mengambil kursus kedua. Setelah menyelesaikan 20 pelajaran berikutnya, mereka menerima sertifikat lain dan tiga set pakaian lagi.

Lalu Yohana menawarkan kursus pelajaran Alkitab tentang kesehatan. Setelah 20 pelajaran itu selesai, Ezekiel dan Moses menerima sertifikat lagi dan pakaian tambahan.

Butuh sekitar satu tahun untuk menyelesaikan ketiga kursus tersebut.

Selama masa itu, Moses mendapat tiga mimpi tentang sebuah pintu besar berwarna cokelat. Setelah mimpi ketiga, ia dan Ezekiel mengetuk pintu besar cokelat di klinik Advent yang baru di pulau itu. Dokter di klinik tersebut menuntun mereka ke gereja rumah Advent dan menguatkan iman mereka melalui pelajaran Alkitab tambahan.

Setelah menyelesaikan kursus ketiga bersama Yohana, Ezekiel meminta untuk dibaptis.

Akhirnya, Ezekiel dan Moses dibaptis di Samudra Hindia. Yohana dan dokter dari klinik itu ikut mendampingi mereka saat mereka dibaptis di dalam air. Mereka adalah orang Advent pertama yang dibaptis di Zanzibar setelah puluhan tahun.

Pada tahun 1989, pendeta Advent pertama tiba di pulau itu, dan enam tahun kemudian, pada 1995, gereja Advent pertama resmi dibuka.

Hari ini, anggota jemaat berkumpul di enam gereja dan lima Sekolah Sabat cabang. Ezekiel hadir setiap Sabat.

Moses telah kembali tinggal di daratan Tanzania, tetapi kedua pria itu masih saling berhubungan.

Ezekiel berkata bahwa ia bersyukur kepada penjual buku Advent dan dokter itu. Melalui mereka, ia belajar tentang Sabat dan tentang Tuhan atas Hari Sabat.

"Kami bersyukur kepada Tuhan karena kami dapat bergantung kepada-Nya," katanya.

Dispensarium Advent Zanzibar telah memberikan pelayanan penting di Zanzibar selama hampir 40 tahun. Namun kini kedua bangunannya sudah tua dan perlu diganti. Anda dapat menjadi bagian dari kisah klinik ini dengan memberikan melalui Persembahan Sabat Ketiga Belas, yang juga dikenal sebagai Proyek Persembahan Misi Triwulanan. Dana persembahan akan digunakan untuk merobohkan kedua bangunan lama klinik dan menggantinya dengan bangunan yang modern. Terima kasih karena memberi dengan murah hati untuk proyek penting ini.




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp