Berita Misi Advent, 17 Januari 2026.

Draikolo dari Kalidonia Baru.
Draikolo tinggal di pulau tropis Lifou. Pulau ini merupakan bagian dari wilayah Prancis di Kaledonia Baru di Samudra Pasifik Utara. Draikolo berasal dari desa suku kecil bernama Hnathalo dan merupakan anak bungsu dari dua belas bersaudara yang lahir dalam keluarga besar yang penuh kasih sayang dan beragama Kristen.
Sejak kecil, Draikolo rajin menghadiri gereja dan mengikuti tradisi keagamaan. Namun, saat ia memasuki usia remaja, sesuatu berubah. Kenikmatan dunia dan pengaruh teman-temannya mulai menariknya ke arah yang berbeda. Selama masa sekolah menengah, ia mulai membuat pilihan yang ia tahu salah di mata Tuhan. Draikolo putus sekolah di tahun kedua dan perlahan terjerumus ke dalam kehidupan kecanduan.
Ia mulai merokok tembakau dan ganja serta minum alkohol. Apa yang awalnya hanya rasa penasaran segera berubah menjadi gaya hidup. Hari-harinya dipenuhi dengan kesenangan duniawi, dan malam-malamnya dipenuhi dengan penyesalan. Semakin ia mencoba mengisi kekosongan di hatinya, semakin ia merasa hilang.
Di dalam hatinya, Draikolo tahu ada sesuatu yang hilang.
Sebagai seorang dewasa, ia bergabung dengan kelompok ibadah kecil. la tidak yakin apa yang ia cari, tetapi ia tahu bahwa ia sangat membutuhkan sesuatu yang lebih dari apa yang ditawarkan dunia. la pernah memercayai orang-orang, tetapi mereka telah mengecewakannya. Kini, ia ingin mencoba memercayai Tuhan.
Suatu hari Minggu setelah ibadah, Draikolo bertanya-tanya tentang Alkitab. Butuh waktu, tetapi akhirnya ia menemukan satu dan mulai membacanya sendiri. Awalnya, ia tidak sepenuhnya memahami apa yang dibacanya, tetapi ada sesuatu yang terus menariknya kembali ke halaman-halaman itu. la ingin tahu lebih banyak tentang Yesus.
Semakin ia membaca, semakin ia mencari. la mulai berbicara tentang Yesus dengan orang lain, meskipun tidak selalu diterima. Suatu hari, seorang guru memukulinya dengan keras karena bertanya tentang Alkitab, tetapi bahkan itu tidak menghentikannya. Di rumah, dia terus membaca Firman Tuhan, mencari kebenaran.
Kemudian, suatu hari, sesuatu yang tak terduga terjadi. Seorang anggota keluarga yang merupakan anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mengundang Draikolo untuk menghadiri serangkaian pertemuan penginjilan.
Draikolo memutuskan untuk pergi, dan keputusan itu mengubah hidupnya.
Selama pertemuan-pertemuan itu, dia mendengarkan pekabaran langsung dari Alkitab―jelas, kuat, dan penuh kasih. Dia belajar tentang Yesus sebagai Juruselamat pribadi, bukan hanya sosok yang jauh dari masa kecilnya. Dia juga menemukan kebenaran tentang Sabat dan mulai memeliharanya sebagai hari istirahat yang suci, sesuai dengan ajaran Alkitab.
Draikolo merasakan Roh Kudus bekerja di dalam hatinya, memanggil dia untuk meninggalkan hidup lamanya dan mengikuti Yesus sepenuhnya. Dengan dukungan para pendeta yang baik hati dan anggota gereja, ia memutuskan untuk menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan.
Pada 19 Juni 2019, ia dibaptis. Itu adalah hari kebebasan.
Namun, perjalanan itu tidak berhenti di sana. Tahun-tahun kecanduan telah merusak tubuh dan pikiran Draikolo. la masih dalam proses pengobatan, masih berjalan di jalan penyembuhan. Namun, ada yang berbeda sekarang-Draikolo tidak lagi berjalan sendirian.
Allah tidak hanya membebaskannya dari kecanduannya, tetapi juga mengampuninya. Ia telah memecahkan rantai yang mengikatnya selama ini. Apa yang dulu tampak mustahil kini menjadi kenyataan. "Semua hal ini mustahil bagi manusia," katanya, "tetapi mungkin bagi Allah."
Hari ini, pemuda yang dulu bergantung pada narkoba kini bergantung pada Firman Allah. Dia membaca Alkitab setiap hari, dan kebahagiaan terbesarnya adalah membagikan kabar baik kepada orang lain, terutama mereka yang sedang menghadapi perjuangan yang sama seperti yang pernah dia alami.
Hidupnya kini memiliki arah baru. Hatinya memiliki tujuan baru. Dan motonya mengatakan semuanya: "Percayalah pada Allah."
Seperti yang diceritakan Draikolo Théodore kepada Kasso Nelson.
Terima kasih atas persembahan Anda yang setia pada hari Sabat Ketiga Belas, yang akan memiliki dampak abadi dalam kehidupan orang-orang seperti Draikolo. Persembahan Anda yang murah hati akan membantu membangun pusat pengaruh di Wallis, yang akan membantu umat Advent membangun jembatan pemahaman dan persahabatan dengan masyarakat di wilayah Misi Kaledonia Baru.