Berita Misi Advent, 14 Maret 2026. 

Andrew dari Papua Nugini.



Membawa Injil ke Hutan

Di tengah hutan lebat dan berbukit-bukit di pusat Papua Nugini, seorang pemuda bernama Andrew mendengar panggilan yang akan mengubah hidupnya selamanya.



Lahir dalam keluarga Kristen, Andrew dibesarkan dengan cerita-cerita tentang kasih Allah. Namun, segalanya berubah pada saat Pastor Tom Carawah tiba di desa pedesaannya. Dengan pesan-pesan yang menggetarkan tentang kedatangan Yesus dan kebenaran Sabat, pastor itu membangkitkan rasa ingin tahu Andrew. la menghadiri setiap pertemuan, haus untuk memahami lebih dalam tentang Alkitab dan Allah yang memanggil orang biasa untuk melakukan hal-hal luar biasa.

Segera, Andrew aktif dalam komunitas Advent lokal. Selama dua tahun, ia mempelajari Kitab Suci dengan semangat yang semakin membara. Hatinya terbakar dengan keinginan untuk melakukan lebih dari sekadar percaya― ia ingin memimpin, berkhotbah, dan melayani.

Lalu Tuhan membuka pintu. Direktur distrik gereja-gereja Advent lokal mengenali potensi Andrew dan menawarkan untuk mengirimnya ke pelatihan bagi awam. Jika ia setuju, ia akan menjadi pendeta sukarela di salah satu wilayah terpencil di negara itu.

Andrew setuju-dan memasuki kehidupan yang penuh tantangan, iman, dan mukjizat.

Misi Andrew membawanya jauh ke dalam hutan belantara. Beberapa desa begitu terpencil sehingga membutuhkan tiga hari berjalan kaki, menyeberangi sungai, dan tidur di semak-semak untuk mencapainya. la melangkah maju, didorong oleh satu misi: untuk membagikan kabar baik tentang Yesus.

Namun, tantangan yang dihadapi tidak hanya bersifat fisik.

"Ada saat-saat saya menghabiskan berhari-hari bersama penduduk desa, berdoa dan mengajar," kata Andrew. "Ada yang menerima, ada yang menolak. Saya belajar untuk melanjutkan, tetapi tidak pernah menyerah."

Penolakan spiritual memang nyata. Beberapa komunitas curiga terhadap Advent, dan Andrew kadang-kadang menghadapi kata-kata kasar dan sikap dingin. Namun, dia terus melangkah, terhibur oleh perubahan hidup yang terjadi. Dia melihat orang sakit sembuh, hati terbuka, dan kebenaran berakar di tempat-tempat yang paling tak terduga.

Hidup sebagai misionaris di hutan bukan hanya sulit-sering kali menyedihkan. Ada hari-hari ketika Andrew dan istrinya tidak memiliki makanan, uang, atau bantuan. Selama sepekan, mereka tidak makan sama sekali. Duduk di rumah misionaris di hutan, mereka beralih ke satu-satunya sumber kekuatan yang tersisa― ibadah. Mereka mulai bernyanyi.

Di tengah nyanyian mereka, seorang asing muncul.

"Dia meminta kami melihat ke luar," kenang Andrew. "Kami tidak menemukan makanan. Tetapi kami menemukan uang. Tuhan telah mengirimkan persediaan."

Momen-momen seperti itu menjadi tiang penopang iman Andrew.

Pada tahun 2012, Tuhan membuka pintu lain. Berkat sponsor seorang pilot Advent Australia, Andrew mendaftar di Omaura Adventist School of Ministry. Dia mengingat bahwa institusi itu jauh lebih kecil saat itu, tetapi seperti sekarang, ia memiliki tujuan yang signifikan. Andrew berlatih selama setahun, belajar cara membagikan kebenaran Alkitab dan keterampilan praktis, sebelum ditugaskan melayani gereja dengan lebih dari 200 anggota. Dalam waktu satu tahun, usahanya menghasilkan 120 baptisan dan pembangunan gereja baru.

Namun, momen paling tak terlupakan bagi Andrew terjadi adalah selama PNG untuk Kristus (PNG for Christ), kampanye evangelisasi nasional yang melibatkan Ketua General Conference Ted Wilson. Di sebuah desa terpencil di hutan, Andrew dengan rendah hati membantu membaptis 874 anggota baru ke dalam keluarga abadi Allah.

Pengalaman yang mengubah hidup ini memperkuat panggilan Andrew. Beberapa bulan kemudian, Tuhan memberikan kesempatan lain bagi Andrew untuk mengembangkan kepemimpinan rohani. Gereja Advent di Papua Nugini mensponsori Andrew untuk kembali ke Sekolah Teologi Advent Omaura guna mengikuti pelatihan lanjutan. la sedang mempersiapkan diri untuk misi apa pun yang menantinya-baik itu jalan hutan maupun jalan kota.

"Saya telah mempersiapkan hati saya untuk pergi ke mana pun Tuhan mengutus saya," kata Andrew dengan tekad. "Ke mana pun saya pergi, selalu ada berkat dalam melakukan pekerjaan Tuhan."

Kontribusi Anda yang berlimpah untuk Persembahan Sabat Ketiga Belas pada triwulan ini akan membantu Sekolah Teologi Advent Omaura dalam melatih pria dan wanita untuk menyebarkan kabar baik di Papua Nugini. Terima kasih atas pemberian Anda yang setia!




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp