Berita Misi Advent, 13 Juni 2026. 

Josiah Tayali dari Tanzania.



Pintu Cokelat

TIPS CERITA:
* Tunjukkan benua Afrika dan negara Tanzania di peta. Lalu tunjukkan Pulau Zanzibar, lokasi Dispensarium Advent Zanzibar, yang akan menerima sebagian persembahan triwulan ini.
* Ketahuilah bahwa foto menunjukkan gedung utama klinik.
* Tonton video singkat Dr. Josiah Tayali di: bit.ly/Josiah 2-ECD.
* Tonton pesan singkat dari Dr. Stephano Deus Mojo, Direktur Dispensarium Advent Zanzibar, di: bit.ly/Stephano-ECD.
* Ketahuilah bahwa kisah misi ini berdasarkan wawancara dengan Dr. Josiah di klinik. Baca lebih lanjut dalam artikel yang ditulisnya di Encyclopedia of Seventh-day Adventists online: bit.ly/Zanzibar-Dispensary.
* Unduh foto untuk cerita ini dari Facebook: bit.ly/fb-mq.


CERITA:
Cerita misi Sabat ini adalah bagaimana orang-orang pertama yang bergabung dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Pulau Zanzibar, bagian dari Tanzania yang terletak di lepas pantai timur Afrika. Kisah ini terjadi pada tahun 1987.

Itu adalah pagi Sabat, hari yang biasa di Pulau Zanzibar. Josiah, dokter pertama di satu-satunya klinik Advent di pulau itu, sedang bersiap-siap untuk pergi ke gereja ketika ia mendengar ketukan di pintu klinik.

Ia terkejut. Tidak pernah ada yang mengetuk pintu sejak ia pindah ke klinik beberapa bulan sebelumnya. Selama tinggal di pulau itu, ia belajar bahwa sangat jarang orang mengetuk pintu. Jika orang-orang setempat ingin memanggil seseorang di dalam rumah, mereka akan berteriak, "Halo! Halo!" Orang hanya mengetuk pintu di daratan Tanzania, tempat Josiah lahir.

Josiah berjalan ke pintu dan membukanya. Pintu itu besar dan berwarna cokelat, satu-satunya yang seperti itu di lingkungan tersebut. Di luar, ia melihat tujuh orang asing-tiga pria, seorang wanita, seorang remaja, dan dua anak-anak.

"Apa yang kalian inginkan?" tanyanya.

Seorang pria menjawab, "Dokter, kami tahu ini klinik, dan kami datang untuk berbicara dengan Anda."

"Apa yang ingin kalian bicarakan?" tanya Josiah.

"Dengarkan saja kami," kata pria itu. "Kami ingin berbicara dengan Anda."

Dokter itu mengundang mereka masuk. Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai Moses dan memperkenalkan yang lain sebagai istrinya, anak-anaknya, serta seorang teman bernama Ezekiel.

Lalu Moses menceritakan sebuah kisah yang luar biasa.

Ia berkata bahwa ia bermimpi. Dalam mimpinya, ada suara yang berkata agar ia pergi ke suatu lingkungan tertentu.

"Di sana, kamu akan melihat sebuah pintu besar berwarna cokelat," kata suara itu. "Ketuk pintu itu. Orang yang membukanya adalah orang Kristen dari daratan yang membawa Yesus ke pulau ini. Dia akan memberitahukan kepadamu apa yang harus dilakukan."

Moses terkejut dengan mimpi itu, tetapi ketika ia bangun, ia memutuskan untuk mengabaikannya. Namun mimpi itu terulang lagi pada malam berikutnya. Ia tetap mengabaikannya.

Ketika mimpi itu datang untuk ketiga kalinya, ia memanggil keluarganya keesokan paginya dan membawa mereka ke klinik. Saat itu masih pagi-pagi pada hari Sabat.

"Hanya ada satu pintu besar berwarna cokelat di lingkungan ini," katanya kepada Josiah. "Saya mengenalinya dari mimpi. Tetapi ketika kami tiba pagi ini, pintu itu tertutup. Dalam mimpi saya disuruh mengetuk, jadi saya mengetuk."

Josiah tersenyum.

Moses melanjutkan, "Mungkin Andalah orang yang saya cari dalam mimpi. Apakah Anda seorang Kristen?"

Josiah mengangguk.

"Sekarang adalah hari ibadah, dan saya sedang pergi ke tempat ibadah saya," kata Josiah. "Maukah kalian ikut bersama saya?"

Moses setuju.

Rombongan itu berjalan ke jalan raya dan naik bus menuju gereja rumah. Setelah kebaktian, mereka makan siang di sana lalu naik bus kembali ke klinik.

Sejak hari itu, Moses dan keluarganya mulai beribadah di gereja rumah setiap Sabat. Josiah datang ke rumah mereka dan memimpin pelajaran Alkitab. Ternyata Moses adalah seorang Kristen yang pindah ke Zanzibar dari daratan tujuh tahun sebelumnya. Ia baru-baru ini bertemu dengan seorang penjual buku Advent di pulau itu, dan ia bersama temannya, Ezekiel, berdiskusi tentang Alkitab.

Saat itulah Moses mendapat mimpi tentang pintu besar berwarna cokelat.

Tibalah waktunya Josiah menghubungi seorang pendeta di daratan dan memberitahukan bahwa ia mengenal dua orang Moses dan Ezekiel-yang siap dibaptis.

Pendeta itu terkejut. Tidak ada orang yang dibaptis di Zanzibar selama bertahun-tahun.

Tak lama kemudian, pendeta itu membaptis Moses dan Ezekiel di perairan Samudra Hindia. Josiah bersukacita melihat kedua pria itu menyerahkan hidup mereka kepada Yesus.

Ia tidak melakukan apa-apa kecuali membuka pintu besar berwarna cokelat itu.

Tuhanlah yang melakukan selebihnya.

Pintu cokelat besar di klinik Advent Zanzibar yang dibuka Josiah kini sudah diganti dengan pintu lain. Tetapi hari ini, bukan hanya pintu yang perlu diganti di kedua bangunan klinik itu. Anda dapat menjadi bagian dari kisah ini dengan memberi melalui Persembahan Sabat Ketiga Belas, yang juga dikenal sebagai Proyek Persembahan Misi Triwulanan. Dana persembahan akan digunakan untuk merobohkan dua bangunan lama klinik dan menggantinya dengan bangunan yang lebih modern. Terima kasih karena memberi dengan murah hati untuk proyek penting ini.




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp