Bacaan Persembahan Advent, 18 Mei 2024.


MENUJU SURGA.


Ayat Tema: "Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi” (1 Timotius 6: 17, 18)


Pengkhotbah terkenal George W. Truett diundang untuk makan malam di rumah seorang pria yang sangat kaya. Setelah makan, tuan rumah membawanya ke tempat di mana mereka bisa melihat dengan jelas area di sekitar rumah besarnya. Menunjuk ke sumur minyak yang menghiasi pemandangan, dia membual, “Sejauh matamu memandang, itu semua milikku.” Melihat ke arah yang berlawanan, di mana ladang gandumnya bermekaran, dia berkata, “Semua milikku.” Berbelok ke timur menuju kawanan besar ternak, dia membual, “Mereka semua milikku.” Kemudian, sambil menunjuk ke arah barat dan hutan yang indah, dia berseru, “Ini semua milikku juga.” Dia berhenti, mengharapkan pendeta untuk memuji dia atas keberhasilannya yang luar biasa.

Menempatkan satu tangan di bahu pria itu dan menunjuk ke langit dengan tangan lainnya, Pendeta Truett hanya berkata, “Berapa banyak yang Anda miliki ke arah itu?”

Pria itu menundukkan kepalanya dan mengaku, “Aku tidak pernah memikirkan itu.”

Teks Alkitab yang kita baca adalah nasihat Paulus kepada kita masing-masing. Ini membantu kita untuk memahami bahwa obat untuk kerusakan yang disebabkan oleh sumber daya yang dapat menipu terletak pada kesetiaan kepada Tuhan dan murah hati kepada orang lain. Ketika kita setia dalam persepuluhan dan persembahan kita dan bermurah hati kepada mereka yang membutuhkan, kita menjelaskan kepada diri kita sendiri bahwa harta milik kita tidak memiliki kita. Kita juga memahami bahwa sumber daya yang kita miliki di tangan kita adalah bukti bahwa Allah sedang bekerja dalam hidup kita, bukan kemampuan kita untuk memperoleh atau mengumpulkan sumber daya. Ellen G. White merangkum konsep ini dengan sangat baik:

“Iblis menggunakan kekayaan dunia untuk menjerat, menipu dan mencemarkan jiwa-jiwa, untuk membawa kebinasaan mereka. Allah telah memberikan petunjuk-petunjuk tentang bagaimana mereka harus mengendalikan harta-Nya yaitu untuk meringankan penderitaan manusia, memajukan pekerjaan-Nya, membangun kerajaanNya di atas dunia, mengutus misionaris-misionaris ke seberang, dan menyebarkan pengetahuan tentang Kristus ke seluruh pelosok bumi” (Nasihat Penatalayanan, hlm. 80, 81).

PANGGILAN: : Jangan pernah lupa bahwa kekayaan sejati kita ada di surga!




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp