Bacaan Persembahan Advent, 11 Maret 2023.


Filipina: Para Prajurit bagi Yesus.


Ayat Tema: “Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya." (Yeremia 24: 7)

Pada suatu pagi di Pulau Mindoro, Filipina, Jaslene* sedang membuat sarapan pagi keluarganya. Tiba-tiba tembakan menghancurkan kedamaian. Suaminya, Antonio, berlari ke dalam rumah, mengambil senjatanya, dan mulai menembak balik. Para tentara pemerintah telah menyergap mereka karena mereka itu adalah para pejuang yang memberontak.

Jaslene memegang anak-anaknya dan berlari ke dalam hutan, di mana mereka bersembunyi di dalam semak-semak sampai bunyi tembakan berhenti. Jaslene dan anak-anaknya segera pulang ke rumah. Mereka mengetahui bahwa Antonio terbunuh oleh para tentara itu. Hati Jaslene penuh dengan kebencian. Ia memutuskan untuk membesarkan anak-anaknya supaya bertempur dan membalas dendam akan kematian ayah mereka.

Ketika anak laki-laki tertua mencapai usia 13 tahun, ia bergabung dengan para pemberontak. Jaslene mengajarkan kepada anak-anaknya yang lebih muda bagaimana bertahan hidup di hutan, bagaimana mencari makanan, dan bagaimana menembak untuk membunuh.

Suatu hari Jaslene mendengar siaran di radionya saat ia bekerja. Alunan lagu menyentuh hatinya: “Datang seg'ra, datang seg'ra, Yesus 'kan datang seg'ra!”

Pembicara menceritakan tentang Yesus, Juruselamat yang baik dan mengasihi. Terpesona, Jaslene berhenti mendengar. Hatinya dihangatkan saat ia mendengar bahwa Allah mengasihinya dan menawarkan pengampunan kepadanya. Segera ia menerima Yesus sebagai Juruselamatnya dan mencoba untuk mengampuni musuh-musuhnya. Anak-anaknya mengikuti teladannya, dan segera mereka semua dibaptiskan.

Suatu hari Jaslene bertemu dengan pembicara dari Radio Advent Sedunia. Dengan penuh air mata, ia bertanya kepada pembicara itu, “Pendeta, mengapa begitu lama datang dan menceritakan kepada kami kabar baik ini tentang Allah? Seandainya Anda telah datang sebelum suami saya meninggal. Ia sudah berhenti dari pemberontakannya sebelum itu terlalu terlambat.” Lalu ia menambahkan, “Siaran radio ini harus sampai ke desa-desa lainnya di gunung-gunung! Mereka perlu mendengar tentang Yesus sebelum itu terlalu terlambat bagi mereka!”

Jaslene dan anak-anaknya telah menemukan sukacita dan pengampunan menggantikan kebencian di hati mereka. Mereka menasihati teman-teman mereka agar menjual peluru-peluru mereka untuk membeli Alkitab dan menemukan bahwa Yesus membawa sukacita dan makna sejati bagi hidup mereka, menghantar mereka pada gelombang udara dari Radio Advent Sedunia.

PESAN: Hidup kita telah diubah oleh Juruselamat, dan kita dapat menunjukkan rasa syukur dan cinta kita oleh memberikan persembahan kita kepada-Nya dengan setia. Persembahan Janji kita adalah pemberian kita bagi Allah, bukan bagi gereja, untuk digunakan menjangkau orang-orang bagi Juruselamat di setiap bagian dunia.




Bagikan ke Facebook

Bagikan ke WhatsApp